Komisi I Deprov Gorontalo Pantau Kondisi Pertanian dan Air Bersih di Desa Tupa
- 29 Sep 2026 10:40 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kemarau panjang yang berlangsung sekitar lima bulan mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Desa Tupa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo saat melakukan kunjungan kerja untuk memantau dampak kemarau panjang di Desa Tupa, Sabtu 26 September 2026.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari monitoring sebelumnya di Desa Bulotalangi Barat. DPRD turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan air bersih selama musim kemarau.
Desa Tupa dihuni sekitar 1.026 jiwa yang tersebar di 409 kepala keluarga. Hingga kini, kebutuhan air bersih masyarakat masih tergolong aman.
Kepala Desa Tupa, Neni Polihito, mengatakan masyarakat memperoleh pasokan air dari PDAM. Sebagian warga lainnya masih mengandalkan sumur suntik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Untuk Desa Tupa Alhamdulillah suplai air bersih masih terpenuhi dan bisa dikatakan masih melimpah, meski kekeringan melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Gorontalo,” ungkap Neni.
Meski kebutuhan air bersih masih terpenuhi, kondisi berbeda dirasakan masyarakat pada sektor pertanian. Kemarau berkepanjangan membuat hasil pertanian warga mengalami penurunan cukup signifikan.

Sebagian besar masyarakat Desa Tupa yang bekerja sebagai petani jagung dan hortikultura terdampak minimnya curah hujan. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan banyak tanaman mengalami gagal panen.
Selain persoalan pertanian, masyarakat juga menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan pagar pengaman di SD Tupa. Pagar sepanjang lebih dari 10 meter itu dinilai penting karena halaman sekolah berada tepat di sisi jalan raya.
Masyarakat khawatir kondisi tersebut dapat membahayakan siswa ketika beraktivitas di lingkungan sekolah. Warga sebelumnya telah berupaya membangun pagar secara swadaya dengan mengumpulkan dana lebih dari Rp2 juta.
Namun, pembangunan pagar tersebut masih membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp10 juta agar dapat diselesaikan.
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy M. Udoki, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kemarau panjang.
“Secara umum kebutuhan air bersih di Desa Tupa masih mencukupi dan melimpah,” ujar Femmy.
Terkait aspirasi pembangunan pagar sekolah, Femmy menyatakan DPRD akan membantu memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan pihak terkait.
“Untuk aspirasi warga terkait pagar akan kami fasilitasi dengan pihak terkait. Kami sudah menghubungi kolega pengusaha asal Tupa dan siap membantu untuk pembangunan pagar pengaman Sekolah Dasar tersebut,” jelasnya.
Dengan kondisi air bersih yang masih tersedia, persoalan yang kini perlu mendapat perhatian adalah dampak ekonomi yang dirasakan petani akibat gagal panen. Kemarau panjang tidak hanya mengancam produksi pertanian, tetapi juga berpotensi memengaruhi pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....