Kemenhaj Gorontalo Tekankan Kesehatan Jemaah Haji Tahun 2027

  • 12 Agt 2026 18:39 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo mulai memperkuat persiapan calon jemaah haji yang masuk alokasi keberangkatan tahun 2027, dengan menekankan kesiapan kesehatan dan kelengkapan dokumen perjalanan. Penekanan tersebut disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo, Muhaiminul Aziz Yunus, saat konsolidasi pembinaan calon jemaah haji di Kabupaten Pohuwato.

Menurut Muhaiminul, persiapan dilakukan lebih awal agar calon jemaah memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kondisi fisik, mental, pemahaman manasik, serta berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk keberangkatan.

“Persiapan jauh lebih awal ini kami lakukan untuk memberikan waktu yang lebih panjang bagi jemaah dalam mempersiapkan diri guna mencapai penyelenggaraan ibadah haji yang optimal,” kata Muhaiminul, Rabu 12 Agustus 2026.

Ia menegaskan aspek kesehatan menjadi salah satu perhatian utama karena regulasi terbaru mensyaratkan jemaah memenuhi istitaah kesehatan sebelum melakukan pelunasan biaya haji.

“Jemaah harus lulus istitaah kesehatan terlebih dahulu. Dinyatakan sehat dan tidak ada penyakit yang membahayakan, barulah bisa melakukan pelunasan. Jadi, mulai dari sekarang jaga pola hidup dan kesehatan,” ucapnya.

Muhaiminul menjelaskan sebagian besar rangkaian ibadah haji membutuhkan kemampuan fisik yang prima. Jemaah harus berjalan cukup jauh ketika melaksanakan tawaf, sa'i, pergerakan di Arafah, Muzdalifah dan Mina, hingga prosesi melontar jumrah.

Karena itu, calon jemaah diminta mulai membangun kebiasaan hidup sehat dengan olahraga ringan secara rutin, termasuk berjalan kaki pada pagi hari, sebagai bagian dari persiapan menghadapi rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Selain kesehatan, calon jemaah juga diminta memastikan kesesuaian data kependudukan sebelum memasuki tahapan pengurusan paspor dan proses biometrik. Ketidaksesuaian identitas dapat menghambat proses verifikasi dan penyusunan manifes jemaah.

“Pastikan data Bapak dan Ibu sekalian sama persis penulisan hurufnya, baik di KTP, Kartu Keluarga, maupun ijazah. Perbedaan satu huruf saja dapat menyulitkan saat verifikasi data dan pembuatan manifes jemaah,” tambahnya.

Konsolidasi pembinaan tersebut menjadi bagian dari persiapan awal penyelenggaraan haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi. Kemenhaj juga mengarahkan pembinaan pada tiga sasaran, yakni sukses ritual, pengembangan ekosistem ekonomi haji, serta terbentuknya jemaah yang memiliki kemabruran dan kepedulian sosial setelah kembali ke Tanah Air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....