KUA Transformasi Harus Hadirkan Layanan Berdampak bagi Masyarakat
- 17 Mei 2026 01:09 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontal - Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Y. Bobihu, membuka secara resmi kegiatan Pra Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Layanan dan Program Kebimasislaman pada Kantor Urusan Agama (KUA) Transformasi, di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo.
Kegiatan yang digelar Bidang Bimas Islam tersebut dihadiri Kepala Bidang Bimas Islam H. Asrul Lasapa, para Ketua Tim Kerja di lingkungan Bidang Bimas Islam, serta jajaran ASN KUA Kota Selatan yang menjadi kandidat KUA Transformasi.
Dalam arahannya, Mahmud Y. Bobihu menekankan pentingnya menghadirkan layanan yang benar-benar berdampak dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, tujuan utama pembentukan KUA Transformasi adalah menghadirkan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
“KUA Transformasi harus menghadirkan layanan yang berdampak. Kehadiran ASN dan penyuluh agama harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, indikator keberhasilan pelayanan dapat dilihat dari tingkat kedekatan dan kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran penyuluh maupun ASN KUA. Menurutnya, apabila masyarakat merasa kehilangan ketika petugas pelayanan tidak hadir, maka hal itu menunjukkan bahwa layanan yang diberikan benar-benar memberi manfaat.
“Kalau satu atau dua hari penyuluh tidak terlihat lalu masyarakat langsung bertanya keberadaannya, berarti kehadirannya benar-benar dibutuhkan. Itulah yang disebut layanan berdampak,” jelasnya.
Mahmud juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga kualitas pelayanan dan menghindari munculnya aduan dari masyarakat. Ia menegaskan, sebaik apa pun program yang dijalankan akan kehilangan nilai apabila masih terdapat keluhan terkait pelayanan.
“Saya minta seluruh jajaran menghindari adanya aduan masyarakat. Karena sehebat apa pun program yang dibuat, kalau masih ada keluhan pelayanan, maka penilaian masyarakat bisa menjadi buruk,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sejumlah aduan terkait pelayanan KUA yang masuk ke meja pimpinan. Karena itu, ASN yang terlibat dalam program KUA Transformasi diharapkan mampu menunjukkan kualitas pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain penguatan layanan, Mahmud turut menyoroti pentingnya digitalisasi dalam mendukung transformasi layanan KUA di era modern. Menurutnya, setiap program dan kegiatan perlu dipublikasikan secara baik melalui media digital agar masyarakat mengetahui inovasi dan pelayanan yang telah dilakukan.
“Sekecil apa pun program yang dilakukan, kalau itu baik maka harus dipublikasikan. Jangan sampai teman-teman sudah bekerja luar biasa, tetapi masyarakat tidak mengetahuinya karena tidak pernah diekspos,” katanya.
Ia menambahkan, penguasaan teknologi informasi menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pelayanan modern di lingkungan Kementerian Agama. ASN KUA diharapkan mampu memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana edukasi, publikasi, sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
Mahmud juga mengingatkan pentingnya penguasaan data oleh setiap ASN dan penyuluh agama. Menurutnya, petugas pelayanan harus memahami wilayah binaan, jumlah sasaran pembinaan, hingga kondisi masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya.
“Jangan sampai ketika ditanya data wilayah binaan atau jumlah masyarakat binaan justru tidak tahu. Itu menunjukkan tugas belum dijalankan secara maksimal,” ujarnya.
Melalui kegiatan Pra FGD ini, Mahmud berharap KUA Kota Selatan yang menjadi kandidat KUA Transformasi mampu menjadi percontohan bagi KUA lainnya di Provinsi Gorontalo, baik dari sisi pelayanan, tata kelola, inovasi, maupun pemanfaatan teknologi digital.
“Pemilihan KUA Transformasi dilakukan secara selektif. Karena itu kepercayaan ini harus dijaga dan dibuktikan melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....