Pembimas Kristen Gorontalo Dorong Komunikasi Keluarga lewat SATUJAMKU
- 16 Mei 2026 04:16 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Mery S. Kontu, menegaskan pentingnya membangun kembali kualitas komunikasi dalam keluarga melalui Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (SATUJAMKU). Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritual anggota keluarga di tengah tantangan perkembangan teknologi dan penggunaan gawai yang semakin masif.
Hal tersebut disampaikan Mery saat menggelar Sosialisasi Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (SATUJAMKU) kepada para Penyuluh Agama Kristen, Kamis 7 Mei 2026, di Veloura Cafe n Resto, Kota Gorontalo.
Dalam arahannya, Mery menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), yang sebelumnya diikuti secara daring oleh jajaran Pembimas Kristen pada Rabu 6 Mei 2026
“Gerakan SATUJAMKU merupakan gerakan bersama yang mengajak setiap keluarga untuk meluangkan waktu minimal satu jam setiap hari dalam aktivitas positif, bermakna, inklusif, dan tanpa penggunaan gawai. Ini menjadi langkah sederhana tetapi sangat penting untuk memperkuat hubungan emosional dalam keluarga,” ujar Mery.
Ia menuturkan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini menghadirkan tantangan tersendiri dalam kehidupan keluarga. Intensitas penggunaan telepon genggam dan media sosial sering kali membuat komunikasi antaranggota keluarga menjadi berkurang, bahkan menimbulkan jarak emosional di dalam rumah tangga.
Menurutnya, melalui gerakan SATUJAMKU, keluarga diajak untuk kembali membangun interaksi yang sehat melalui berbagai aktivitas sederhana seperti berdiskusi bersama, membaca Alkitab, berdoa keluarga, makan bersama, berbagi cerita, hingga melakukan permainan edukatif tanpa gangguan perangkat digital.
“Gerakan ini bukan sekadar mengurangi penggunaan gawai, tetapi lebih kepada membangun kualitas kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai kasih, kepedulian, serta komunikasi dalam keluarga,” tambahnya.
Mery juga menekankan pentingnya peran Penyuluh Agama Kristen sebagai garda terdepan dalam menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. Ia berharap para penyuluh dapat menjadi agen edukasi dan motivator dalam membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi dan penguatan pemahaman bagi para penyuluh terkait strategi implementasi gerakan SATUJAMKU di lapangan, sehingga program tersebut dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan di lingkungan keluarga Kristen di Provinsi Gorontalo.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh mampu mengintegrasikan nilai-nilai penguatan keluarga dalam setiap aktivitas penyuluhan, sehingga tercipta keluarga yang semakin tangguh, harmonis, dan siap menghadapi tantangan sosial di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....