Gorontalo Jadi Role Model Nasional Penguatan HAM Berbasis Masyarakat
- 03 Apr 2026 09:56 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Keberhasilan kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) yang melibatkan 5.000 masyarakat di Gorontalo ditegaskan sebagai standar baru nasional, sekaligus menjadikan daerah ini role model dalam membangun kesadaran kolektif HAM, Kamis 2 April 2026. Capaian tersebut tidak sekadar angka partisipasi, tetapi dinilai sebagai lompatan besar dalam menghadirkan program HAM yang menyentuh langsung masyarakat lintas sektor, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga komunitas umum.
Evaluasi pelaksanaan kegiatan yang digelar di Aula Pengayoman Kantor Wilayah Kementerian Hukum Gorontalo menyoroti bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama keberhasilan, melibatkan pemerintah daerah, akademisi Universitas Negeri Gorontalo, serta jajaran wilayah kerja lintas provinsi.
Direktur Penguatan Kapasitas HAM Komunitas dan Pelaku Usaha Giyanto, menyebut kegiatan tersebut sebagai pencapaian luar biasa yang patut dijadikan acuan nasional.
“Ini bukan hajat kecil. Menghadirkan empat ribu lebih peserta dan berkolaborasi dengan Pemda serta kampus adalah pencapaian luar biasa,” ucap Giyanto.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian daerah dalam mengusulkan program besar, mengingat dukungan anggaran pusat yang cukup signifikan untuk memperluas jangkauan edukasi HAM.
“Kolaborasi aktif dari wilayah sangat dibutuhkan agar peran Kementerian HAM benar-benar dirasakan masyarakat luas,” kata Giyanto.
Dari sisi kebijakan, perhatian khusus juga diberikan Menteri HAM terhadap Gorontalo, yang dinilai berhasil memadukan kemandirian pembangunan dengan kesadaran hak asasi manusia.
“Gorontalo bisa jadi role model untuk seluruh provinsi di Indonesia,” ucap Staf Khusus Menteri HAM, Stanislaus Wena.
“Jika kemandirian ini dibarengi dengan kesadaran HAM yang mandiri, cita-cita Indonesia Maju 2045 akan lebih cepat tercapai,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Instrumen dan Penguatan HAM, Ratih Ekarini Savitri, mengungkapkan bahwa keberhasilan mengelola 5.000 peserta menjadi prototipe baru bagi pelaksanaan kegiatan serupa di daerah lain.
“Mengatur 5.000 orang itu tidak mudah, namun inovasi pendekatan kepada peserta, terutama generasi muda, menjadi kunci agar kegiatan tetap efektif dan tidak membosankan,” kata Ratih.
Kepala Biro Umum, Protokol, dan Humas, Pungka M. Sinaga, menambahkan bahwa kekompakan tim menjadi faktor penentu suksesnya kegiatan berskala besar tersebut.
“Bukan karena banyak jumlahnya, tapi kompaknya, sehati sepikir, maka selesailah tugas itu,” ucap Pungka.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi momentum bagi wilayah kerja Gorontalo untuk mendorong peningkatan status kelembagaan, seiring dengan capaian program yang dinilai melampaui ekspektasi pusat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....