Sinergi Kemenag, Muslimat NU, dan BAZNAS Perkuat Ketahanan Umat dan Keluarga

  • 31 Mar 2026 13:48 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Kaswad Sartono, menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan lembaga filantropi dalam memperkuat ketahanan umat dan keluarga. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan bersama PW Muslimat Nahdlatul Ulama dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako dan santunan kepada anak yatim,.

Dalam sambutannya, Kaswad mengungkapkan bahwa dirinya lahir dan besar dalam lingkungan Nahdlatul Ulama, sehingga kehadirannya di tengah Muslimat NU merupakan bagian dari pengabdian dalam pembinaan umat berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Ia menilai Muslimat NU memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial-keagamaan, terutama melalui pembinaan majelis taklim serta penguatan ketahanan keluarga.

“Muslimat NU dan penyuluh agama Kementerian Agama sama-sama memiliki binaan majelis taklim. Jika disinergikan, ini akan menjadi satu kurikulum, satu panduan, dan satu jalur pembinaan umat yang sangat efektif,” ujar Kaswad.

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil juga menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Gorontalo atas perannya sebagai rujukan utama masyarakat dalam penyaluran zakat, infak, dan sedekah, khususnya selama bulan Ramadan. Ia menjelaskan bahwa Kanwil Kemenag Gorontalo telah menjalin kerja sama melalui program Gerakan Pendataan Potensi dan Pengumpulan Zakat (GP3Z), yang ditindaklanjuti dengan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan di seluruh kabupaten/kota.

“Ini adalah tahapan awal. Ke depan, saya optimistis potensi zakat di Provinsi Gorontalo dapat dikelola lebih maksimal demi kemaslahatan umat,” jelasnya.

Kaswad juga menyoroti pentingnya kepedulian terhadap anak yatim, anak panti asuhan, dan penyandang disabilitas agar tidak hanya bersifat musiman saat Ramadan, tetapi berkelanjutan, termasuk dalam aspek pendidikan dan pembinaan jangka panjang.

Selain itu, ia memaparkan tingginya angka perceraian di Provinsi Gorontalo. Dari 8.219 peristiwa nikah pada tahun 2024, tercatat sekitar 2.091 kasus perceraian. Menurutnya, kondisi ini berdampak pada ribuan anak yang menjadi korban perceraian dan membutuhkan perhatian serta pendampingan serius dari seluruh elemen masyarakat.

“Kami telah menugaskan KUA untuk melakukan pendataan anak-anak korban perceraian. Ini bisa menjadi salah satu fokus pembinaan bersama, termasuk oleh Muslimat NU,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Kaswad Sartono berharap Muslimat NU se-Provinsi Gorontalo terus berdaya, berkreasi, dan bersinergi dalam meningkatkan kualitas kehidupan umat, khususnya dalam memperkuat ketahanan keluarga dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, Ketua FKUB Provinsi Gorontalo, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Gorontalo beserta jajaran, Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, serta para anak yatim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....