Kaswad Sartono Tekankan Tantangan Umat di Rakerda Bone Bolango
- 23 Apr 2026 00:54 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Kaswad Sartono, menekankan kompleksitas tantangan umat ke depan, khususnya generasi muda yang dihadapkan pada fenomena multiple shock atau guncangan multidimensi.
Hal itu disampaikan Kaswad saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone Bolango, Senin, 20 April 2026, di Ballroom Hotel Amaris.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone Bolango, H. Alwin Rans Toma, para pejabat eselon IV, Ketua dan jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP), para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), perwakilan kepala madrasah, POKJAWAS, Ketua APRI dan IPARI Bone Bolango, serta seluruh ASN di lingkungan Kemenag Bone Bolango.
Dalam arahannya, Kaswad menjelaskan tantangan pertama yang dihadapi umat saat ini adalah spiritual shock atau guncangan keagamaan. Menurutnya, kehidupan beragama di Indonesia masih menunjukkan paradoks, di mana masyarakat dikenal religius namun masih diwarnai konflik internal sesama umat.
“Fenomena saling memfitnah, merendahkan, hingga pembunuhan karakter menjadi bukti bahwa pemahaman dan pengamalan ajaran agama masih perlu kita perkuat. Di sinilah pentingnya moderasi beragama dan internalisasi nilai-nilai agama secara substantif, bukan sekadar simbolik,” ujarnya.
Ia juga menguraikan culture shock atau guncangan sosial budaya sebagai tantangan serius dalam menjaga identitas lokal di tengah derasnya arus perubahan global.
“Budaya dan seni yang berkembang di madrasah sejatinya bukan sekadar ekspresi, tetapi bisa menjadi media dakwah yang efektif. Bahkan hal sederhana seperti seragam, itu bukan hanya pakaian, melainkan simbol kedisiplinan, kepemimpinan, dan identitas kolektif yang harus kita jaga,” jelasnya.
Selain itu, Kaswad menyoroti economic shock atau guncangan ekonomi yang tercermin dari dinamika kebijakan anggaran pemerintah, seperti refocusing dan penajaman program.
“Dalam kondisi apapun, ASN harus tetap profesional dan adaptif. Kinerja kita tidak diukur dari besar kecilnya anggaran, tetapi dari seberapa maksimal kita menjalankan tugas dan fungsi untuk melayani masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, komitmen tersebut harus sejalan dengan visi besar Kementerian Agama dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas dan maslahah menuju Indonesia Emas 2045.
Kaswad juga menekankan dampak technological shock atau guncangan teknologi yang semakin masif di era digital saat ini.
“Teknologi, khususnya telepon genggam, ibarat pisau bermata dua. Ia bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat, tetapi juga bisa merusak jika tidak digunakan dengan bijak. Karena itu, kita perlu memperkuat literasi digital dan memahami regulasi seperti Undang-Undang ITE agar tidak terjerumus pada pelanggaran hukum maupun sosial,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Rakerda ini, diharapkan seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Bone Bolango mampu merumuskan langkah strategis yang adaptif dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memperkuat peran Kementerian Agama dalam membina umat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....