Gerakan Pembumian HAM, 5.000 Warga Gorontalo Bakal Disapa Menteri HAM

  • 03 Mar 2026 21:55 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Gerakan pembumian Hak Asasi Manusia (HAM) di Gorontalo kian dimatangkan dengan target menghadirkan sedikitnya 5.000 warga dalam kegiatan penguatan HAM yang dijadwalkan berlangsung 2 April 2026. Agenda besar ini dipastikan akan menghadirkan langsung Menteri Hukum dan HAM RI, Natalius Pigai, untuk menyapa masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Tengah, Mangatas Nadeak, menegaskan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis sejak terbentuknya kementerian baru yang fokus pada isu HAM. Ia menyebut, pendekatan langsung kepada masyarakat akar rumput menjadi prioritas agar pemahaman HAM tidak berhenti di tataran konsep.

“Kehadiran sosok menteri ini diharapkan menjadi katalisator bagi kesadaran HAM dan kemanusiaan di Bumi Hulondalo,” ucap Mangatas Nadeak, di hadapan Sekda Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, saat melakukan koordinasi terkait agenda tersebut, di Kantor Gubernur Gorontalo, Selasa 3 Maret 2026.

Ia menekankan, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya saling menghargai dan menghormati hak setiap individu. Edukasi masif dinilai penting agar masyarakat memahami esensi HAM secara utuh, bukan sekadar istilah hukum.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman, pengertian, dan penyadaran tentang HAM kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat lebih mengerti apa itu HAM yang sebenarnya. Karena kementerian kita baru terbentuk, sangat perlu bagi masyarakat untuk saling menghargai, memajukan, dan menghormati antar sesama manusia,” kata Mangatas.

Untuk menyukseskan agenda berskala besar tersebut, Kanwil Kementerian HAM Sulteng Wilayah Kerja Gorontalo menggandeng pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat. Dukungan sarana, prasarana, hingga mobilisasi peserta menjadi fokus agar target minimal 5.000 orang dapat tercapai.

“Kami memohon dukungan, kerja sama, dan kolaborasi dari pemerintah daerah untuk mensukseskan kegiatan ini. Dari segi sarana dan prasarana, kita perlu saling bahu-membahu,” tambahnya.

Selain berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, jajaran Kanwil juga menjalin komunikasi dengan Universitas Negeri Gorontalo guna memfasilitasi lokasi serta menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari peserta. Dukungan tersebut dinilai penting agar pesan pemajuan HAM dapat menjangkau generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat di Gorontalo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....