Tim Rajawali Amankan Pelaku Penganiayaan di Gorontalo

  • 03 Jan 2025 09:22 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Pada awal tahun 2025, tepatnya pada 1 Januari sekitar pukul 04.30 WITA, terjadi peristiwa penganiayaan di Jalan Raja Eyato, Kelurahan Molosifat, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Korban, IA (32), mengalami luka akibat serangan dengan senjata tajam, yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial RHA (21), warga Kecamatan Kota Selatan. Kejadian ini langsung mendapat perhatian dari pihak kepolisian setempat.

Mendapat laporan dari masyarakat, Tim Resmob Rajawali Polresta Gorontalo Kota segera merespons cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam proses ini, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku dan memulai pencarian intensif. Meskipun pelaku sempat menghilang setelah insiden tersebut, pihak kepolisian tidak kehilangan jejak.

Kapolresta Gorontalo Kota Kombespol Ade Permana melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Kompol Leonardo Widharta menjelaskan setelah menerima informasi yang akurat, tim langsung bergerak menuju lokasi yang disebutkan.

“Kami menerima laporan bahwa pelaku berada di rumah pamannya di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan,” kata Kompol Leonardo.

Berbekal informasi tersebut, tim Rajawali pun bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud. Setibanya di lokasi, Tim Rajawali berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Selain itu, polisi juga menemukan barang bukti berupa sebuah samurai yang digunakan pelaku dalam penganiayaan tersebut.

"Pelaku kami amankan bersama barang bukti untuk proses lebih lanjut," tambah Kompol Leonardo.

Penganiayaan ini diduga dipicu oleh masalah pribadi antara pelaku dan korban. Menurut keterangan sementara, korban dan pelaku sebelumnya terlibat perselisihan yang berujung pada tindakan kekerasan. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk menggali motif lebih dalam.

Setelah pengamanan, pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolresta Gorontalo Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses penyelidikan dan penyidikan kini tengah dilakukan oleh tim Reskrim untuk memastikan apakah ada motif lain yang mendasari kejadian ini.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....