Infrastruktur Pendukung Jadi Tantangan Pengembangan Potensi Ekraf Gorontalo

  • 25 Jan 2026 16:13 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pengembangan potensi sektor ekonomi kreatif di Provinsi Gorontalo masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya keterbatasan infrastruktur pendukung. Kondisi ini menjadi hambatan dalam mendorong pertumbuhan dan daya saing pelaku ekonomi kreatif daerah. Tantangan tersebut dirasakan di hampir seluruh subsektor ekonomi kreatif yang berkembang di Gorontalo saat ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe mengakui enam subsektor ekonomi kreatif di Gorontalo hingga kini masih berjalan dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Keterbatasan ini berdampak langsung pada ruang promosi, produksi, dan pengembangan karya pelaku UMKM, Sabtu 24 Januari 2026.

Pada subsektor fashion, hingga saat ini belum tersedia galeri khusus yang difasilitasi oleh pemerintah daerah untuk memamerkan produk pelaku UMKM. Padahal, keberadaan galeri dinilai penting sebagai ruang promosi sekaligus etalase produk lokal. Kondisi ini membuat pelaku fashion masih bergantung pada ruang usaha mandiri dan kegiatan pameran.

Sementara itu, pada subsektor kuliner, Provinsi Gorontalo juga belum memiliki sentra kuliner yang secara khusus menampilkan dan menyediakan makanan khas daerah. Ketiadaan sentra kuliner ini menyebabkan potensi kuliner lokal belum tergarap secara optimal. Padahal, subsektor kuliner merupakan salah satu penopang utama ekonomi kreatif daerah.

Di sektor musik, hingga kini belum tersedia studio rekaman yang representatif untuk mendukung produksi karya musisi lokal. Hal serupa juga terjadi pada subsektor seni pertunjukan, di mana pemerintah daerah belum menyediakan panggung seni permanen sebagai ruang ekspresi para seniman. Keterbatasan ini membuat aktivitas berkesenian masih dilakukan secara terbatas dan belum terfasilitasi secara maksimal.

"Untuk foto grafi, memang ada studio-studio di tempat usaha mereka. Tetapi untuk intervensi pemerintah menyediakan studio m ang lebih bagus lagi, kami memang belum sampai ke situ," aku Sultan.

Keterbatasan infrastruktur pendukung ini penting mendapat perhatian dari pemerintah. Pasalnya, jumlah UMKM yang bergerak di sektor ekonomi kreatif terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Hingga kini, tercatat sebanyak 9.143 UMKM aktif di sektor ekonomi kreatif di Provinsi Gorontalo.

Subsektor kuliner mendominasi dengan jumlah mencapai 5.559 UMKM. Disusul subsektor fashion sebanyak 3.412 UMKM, kriya 2.013 UMKM, musik 79 UMKM, seni pertunjukan 58 UMKM, serta fotografi sebanyak 35 UMKM. Data ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai.

"Keterbatasan infrastruktur yang dibangun atau disediakan oleh pemerintah kami sadari masih sangat terbatas, dan itu yang akan kami dorong terus. Di tengah efisiensi anggaran ini, mudah-mudahan pemerintah bisa memberikan stimulus atau bantuan untuk menjawab tantangan infrastruktur ini," pungkasnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....