Street Food Jilid III, Upaya Adhan Dambea Hidupkan Ekonomi Malam di Jantung Kota
- 18 Jun 2026 21:12 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kota Gorontalo — Keinginan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menghadirkan pusat-pusat ekonomi baru bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Street Food Jilid III yang akan mulai digelar pada 20 Juni 2026 di kawasan Jalan Jenderal Suprapto atau Kompleks Kampung Cina, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Gorontalo dalam menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan aktivitas ekonomi malam berbasis UMKM. Kawasan Kampung Cina dipilih karena dinilai memiliki posisi strategis di pusat kota sekaligus menyimpan nilai sejarah dan karakter kawasan yang kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengatakan pemilihan lokasi tersebut berangkat dari pengamatannya terhadap sejumlah ruas jalan di Kota Gorontalo yang cenderung sepi pada malam hari.
"Kalau malam hari jalan ini sepi. Karena itu kita manfaatkan untuk menghidupkan UMKM," ujar Adhan, Rabu 17 Juni 2026.
Menurutnya, ruang-ruang yang selama ini kurang produktif dapat diubah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Gorontalo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi tanpa dikenakan biaya sewa maupun pungutan lainnya.
Baik pedagang makanan, minuman, jajanan tradisional maupun pelaku UMKM lainnya dipersilakan memanfaatkan kawasan tersebut sebagai sarana memperluas usaha dan meningkatkan pendapatan.
Untuk memperkuat daya tarik kawasan, Pemerintah Kota Gorontalo juga melakukan penataan lingkungan dengan menghadirkan nuansa khas Tionghoa melalui pemasangan lampion merah dan berbagai ornamen pendukung yang mencerminkan identitas Kampung Cina.
Selain itu, sejumlah pelaku UMKM dari komunitas Tionghoa turut dilibatkan guna menambah variasi produk kuliner yang ditawarkan kepada pengunjung.
Adhan menegaskan bahwa program Street Food menjadi salah satu alternatif pemerintah daerah dalam menjaga pergerakan ekonomi masyarakat di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah akibat berkurangnya transfer anggaran dari pemerintah pusat.
"Kami di daerah dituntut untuk mencari strategi agar meningkatkan ekonomi daerah, karena biaya transfer daerah dipangkas," jelasnya.
Keberhasilan pelaksanaan Street Food sebelumnya menjadi modal optimisme bagi pemerintah daerah. Pada Street Food Jilid I, transaksi UMKM tercatat mencapai Rp432 juta. Angka tersebut meningkat pada Street Food Jilid II dengan total perputaran uang mencapai sekitar Rp736 juta. Bahkan pada malam pembukaan Street Food Jilid II saja, transaksi yang tercatat menembus lebih dari Rp222 juta.
Pemerintah Kota Gorontalo berharap Street Food Jilid III tidak hanya menjadi pusat kuliner baru, tetapi juga mampu menghadirkan ruang ekonomi produktif yang mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, menciptakan lapangan usaha baru, serta memperkuat sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.
Dengan konsep yang lebih menarik dan lokasi yang berada di pusat kota, Street Food Jilid III diharapkan menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat sekaligus simbol kebangkitan ekonomi malam di Kota Gorontalo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....