Realisasi Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Gorontalo Masih Rendah
- 27 Jun 2025 15:08 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Target Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Gorontalo Tahun 2025 ini mencapai Rp.10,9 Miliar. Penerimaan Kepabeanan terdiri dari Bea Masuk dan Bea Keluar serta penerimaan cukai.
Menurut Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Gorontalo, Ade Zirwan, Realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai Gorontalo hingga saat ini masih jauh dari target yang ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan signifikan pada penerimaan bea masuk, terutama karena importasi raw sugar yang menjadi salah satu komoditas utama Gorontalo diprediksi tidak terjadi di tahun ini. Selain itu, untuk penerimaan bea keluar, Gorontalo juga tidak memiliki target, mengingat komoditas ekspor dari daerah ini tidak termasuk dalam komoditas yang dikenakan bea keluar.
“Kinerja dibidang Kepabeanan dan Cukai di Gorontalo sampai dengan 31 Mei 2025, kalau kita lihat dari target penerimaan terdapat dua penerimaan yang pertama dibidang Kepabeanan terdiri dari bea masuk dan bea keluar dan penerimaan bea cukai,” pada Press Conference APBN Lo Hulonthalo, Kamis (26/06/25).
“Dan untuk target realisasi penerimaan secara keseluruhan di Gorontalo itu Rp.10,9 Miliar dan realisasi kepabeanan saat ini masih sangat kecil baru mencapai 11 juta rupiah. Hal ini dipengaruhi oleh penerimaan bea masuk di Gorontalo melalui importasi raw sugar tahun ini berpotensi tidak ada, sehingga potensi penerimaan bea masuk belum ada,” tambahnya
Ade Zirwan menambahkan, di sektor cukai, ada sedikit kemajuan meskipun target yang ditetapkan juga belum sepenuhnya tercapai. Penerimaan cukai di Gorontalo telah mencapai Rp 1,7 miliar, meski sebagian besar dari penerimaan ini berasal denda cukai yang didapatkan dari penindakan pelanggaran di bidang cukai.
“Tetapi untuk target bea keluar untuk gorontalo itu tidak ada target, karena memang komoditas eksport gorontalo tidak termasuk komiditi yang harus membayar bea keluar, sehingga tidak ada bea keluar,”
“Kemudian untuk target cukai ini capaiannya sampai saat ini sebesar Rp.1,7 Miliar. Dan Penerimaan cukai in hampir semua ini karena adanya denda pelanggaran cukai,”
Meskipun kinerja pada periode ini belum optimal, Ade berharap akan ada peningkatan dalam penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai menjelang akhir tahun 2025. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara instansi terkait untuk mengoptimalkan potensi penerimaan daerah.
Kinerja kepabeanan dan cukai di Gorontalo menjadi salah satu indikator penting dalam menilai efektivitas pengelolaan keuangan negara, dan diharapkan dapat terus diperbaiki untuk mendukung pembangunan ekonomi di daerah. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....