Kemenag Gorontalo Sinergikan Program dengan Bank Indonesia
- 16 Feb 2025 11:10 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Plh. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo, Masjrul Janto Usman, bersama staff Bidang Pendidikan Madrasah, menghadiri diskusi mengenai Sinergi Program Kerja Kementerian Agama dan Bank Indonesia. Acara yang berlangsung di ruang Otanaha Bank Indonesia Gorontalo pada Senin (10/02/2025) ini bertujuan untuk membahas implementasi akseptasi pembayaran digital (via QRIS dan BIFast), literasi ekonomi syariah, serta kurikulum Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah di madrasah.
Masjrul menyampaikan bahwa masing-masing program yang dibahas memiliki dampak dan manfaat yang signifikan bagi madrasah di Provinsi Gorontalo. Menurutnya, ini adalah kesempatan luar biasa bagi Kemenag jika seluruh program dapat terlaksana dengan baik.
"Kami siap mendukung penuh implementasi seluruh program yang disinergikan bersama Bank Indonesia, karena ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan di madrasah kami," ungkap Masjrul.
Mengenai kurikulum CBP Rupiah, Masjrul menjelaskan bahwa saat ini 29 madrasah di Gorontalo telah menggunakan kurikulum Merdeka. Hal ini memudahkan guru dalam menyusun bahan ajar sesuai dengan kebutuhan. Ia menambahkan bahwa untuk mengintegrasikan bahan ajar Bank Indonesia dengan kurikulum yang ada, pihaknya akan menyusun modul yang memadukan materi dari Bank Indonesia dengan kurikulum yang sudah diterapkan di madrasah.
“Penyusunan modul ini akan lebih mudah, karena materi dari Bank Indonesia bisa langsung disesuaikan dengan mata pelajaran IPS, Ekonomi, dan mata pelajaran lainnya yang relevan untuk kelas X, XI, dan XII sesuai peminatan,” jelas Masjrul.
Selain itu, Kemenag Gorontalo juga membuka ruang untuk Bank Indonesia melakukan sosialisasi mengenai ekonomi digital di madrasah dan satuan kerja lainnya di Provinsi Gorontalo.
"Literasi ekonomi syariah juga akan menjadi fokus kami. Kami mendukung ketiga program yang ditawarkan Bank Indonesia, dan kami siap untuk melakukan pembahasan lebih lanjut setelah dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) masing-masing program," pungkas Masjrul.
Diskusi ini menandai langkah awal sinergi antara Kemenag Gorontalo dan Bank Indonesia untuk mewujudkan program-program yang mendukung pengembangan literasi ekonomi digital dan pembelajaran berbasis ekonomi syariah di lingkungan madrasah. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....