Tradisi Walima Cerminkan Solidaritas Jemaah Masjid
- 08 Sep 2026 12:15 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Tradisi Walima yang dilakukan masyarakat Gorontalo dalam setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran dan keteladanan Rasulullah, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat.
Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Mutmainnah Tapa, Gorontalo, Sabtu 5 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Gorontalo Muslimin B. Putra bersama Camat Bulango Selatan, Parmin Aziz dan warga sekitar.
Peringatan Maulid diawali dengan pembacaan kitab Al Barzanji yang berlangsung semalam suntuk, mulai pukul 20.00 hingga 08.00 WITA. Tradisi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembagian walima berisi aneka makanan kepada para pembaca Barzanji maupun jamaah yang hadir.
Muslimin B. Putra menilai keterlibatan warga melalui sumbangan makanan atau walima menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tahun ini merupakan tahun kedua saya menyaksikan kegiatan pengajian kitab Barzanji sepanjang malam hingga pagi hari. Saya juga menyaksikan antusiasme warga berpartisipasi menyumbangkan makanan yang disebut Walima ke Mesjid Al-Mutmainnah. Hal ini wujud kecintaan warga atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang menjadi uswatun hasanah, suri tauladan umat hingga kini, dan wujud solidaritas sebagai jemaah masjid," kata Muslimin.
Ia menilai, tradisi Maulid Nabi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW, termasuk dalam kepemimpinan, kehidupan sosial, serta bagaimana membangun hubungan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.
Menurutnya, Rasulullah SAW tidak hanya menjadi teladan dalam kehidupan beragama, tetapi juga dalam menjalankan kepemimpinan dengan mengedepankan keadilan, menjaga keamanan, menyelesaikan persoalan sosial dan hukum, serta memperhatikan kesejahteraan masyarakat.
“Bercemin pada kepemimpinan Rasulullah sebagai pemimpin negara, beliau merumuskan Piagam Madinah untuk mengatur hubungan antar-suku dan kelompok agama yang beragam secara adil, memimpin strategi pertahanan dan kemiliteran untuk melindungi negara dari ancaman luar, menyelesaikan berbagai sengketa hukum dan sosial di tengah masyarakat secara adil ” pungkas Muslimin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....