Tradisi Walima, Warisan Budaya Gorontalo dalam Peringatan Maulid Nabi
- 24 Agt 2026 08:28 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Tradisi Walima menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Gorontalo yang hingga kini terus dilestarikan. Tradisi ini merupakan bentuk perayaan adat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal.
Walima tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur masyarakat Gorontalo. Dalam pelaksanaannya, masyarakat memadukan unsur adat dan nilai-nilai Islam yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu rangkaian utama dalam Tradisi Walima adalah dikili, yaitu lantunan doa dan zikir yang dilakukan di masjid sebagai bentuk pujian dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini menjadi bagian penting yang memberikan nuansa religius dalam perayaan Walima.
Selain dikili, perhatian masyarakat juga tertuju pada tolangga, yaitu keranda atau menara hias yang terbuat dari kayu atau bambu. Tolangga dihiasi dan disusun dengan berbagai jenis kue tradisional khas Gorontalo, seperti kolombengi, cucur, dan sukade.
Dalam tradisi tersebut juga terdapat toyopo, wadah yang dibuat dari anyaman daun kelapa. Toyopo biasanya diisi dengan nasi kuning, lauk-pauk, serta aneka kue sebagai pelengkap sajian dalam perayaan Walima.
Tolangga yang telah dihias kemudian dipikul dan diarak secara bersama-sama dari rumah-rumah warga menuju masjid. Arak-arakan ini menjadi salah satu momen yang paling menarik karena melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan.
Setelah rangkaian doa dan zikir selesai, makanan dan kue yang terdapat dalam tolangga akan didoakan sebelum dibagikan kepada jamaah dan masyarakat. Tradisi berbagi tersebut menjadi simbol keberkahan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Tradisi Walima memiliki berbagai nilai dan makna bagi masyarakat Gorontalo. Selain sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, perayaan ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan menjaga semangat kebersamaan.
Sebagai warisan budaya yang telah berkembang sejak masuknya ajaran Islam di Gorontalo, Tradisi Walima menjadi bukti kuat perpaduan antara nilai agama dan adat istiadat. Pelestarian tradisi ini diharapkan dapat terus dilakukan agar generasi muda tetap mengenal dan menjaga kekayaan budaya daerah.
Tradisi Walima bukan sekadar perayaan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Gorontalo yang sarat dengan nilai religius, budaya, dan kebersamaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....