KSBN Kabupaten Kota Dilantik, Budaya Gorontalo Didorong Makin Terkoordinasi
- 19 Agt 2026 22:06 WIB
- Gorontalo
RRI. CO.ID, Gorontalo — Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Provinsi Gorontalo resmi melantik pengurus KSBN tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo. Pelantikan yang berlangsung di Grand Q Hotel, Rabu 19 Agustus 2026, diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi dalam pemajuan kebudayaan di daerah.
Kepala Kantor Pelestarian Budaya Provinsi Gorontalo, Mochammad Andri WP, mengapresiasi terbentuknya kepengurusan KSBN di tingkat kabupaten dan kota. Menurutnya, keberadaan pengurus di daerah akan memudahkan koordinasi antarpemangku kepentingan kebudayaan.
Ia berharap komunikasi antara KSBN, pemerintah daerah, komunitas, sanggar seni, serta berbagai entitas kebudayaan dapat dilakukan secara lebih intensif.
“Ini memudahkan kita untuk koordinasi. Jadi semua entitas kebudayaan, stakeholder kita optimalkan untuk mengkoordinasi, untuk memajukan kebudayaan. Karena Gorontalo punya potensi yang luar biasa,” ujar Andri.
Andri menekankan, kegiatan pemajuan kebudayaan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Setiap program perlu memiliki dampak nyata terhadap masyarakat, termasuk dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan mengembangkan ekonomi berbasis kebudayaan.
Menurutnya, masih banyak komunitas dan sanggar seni yang belum terangkum dalam ekosistem KSBN. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai entitas kebudayaan perlu terus diperluas.
Ia juga menyebut adanya peluang dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui program Indonesia Raya yang dapat diakses masyarakat maupun komunitas yang memiliki gagasan konkret terkait pemajuan kebudayaan.
Andri menilai KSBN juga memiliki peran penting dalam menghadapi masuknya pengaruh budaya luar, terutama melalui perkembangan media informasi. Menurutnya, budaya bersifat dinamis sehingga pelestarian tidak berarti menutup diri terhadap perubahan.
“KSBN itu salah satu entitas yang kemudian mencoba untuk berkomitmen membangkitkan kembali tentang mencintai budaya lokal,” katanya.
Sementara itu, Ketua KSBN Provinsi Gorontalo, Alwarist Akili Ngoole, mengatakan pengurus kabupaten dan kota memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga, memelihara, dan menguatkan identitas budaya Gorontalo.
Ia menyebut Gorontalo memiliki kekayaan seni dan budaya yang beragam, mulai dari seni pertunjukan, kriya, sastra lisan, hingga tradisi adat yang menjadi aset penting bagi kebudayaan nasional.
Alwarist meminta pengurus yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi dan pemetaan potensi seni budaya di masing-masing daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui potensi yang perlu dilestarikan, dikembangkan, maupun dipromosikan.
Selain itu, KSBN didorong membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, sektor pariwisata, lembaga adat, komunitas seni, serta kelompok kepemudaan.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi digital agar kekayaan budaya lokal dapat dikemas secara kreatif dan lebih mudah diterima generasi muda tanpa kehilangan nilai aslinya.
“Melestarikan budaya bukan bagaimana kita berhenti di masa lalu, melainkan bagaimana kita membawa nilai-nilai luhur masa lalu untuk memberi arah pada masa depan,” ujar Alwarist.
Dengan terbentuknya kepengurusan KSBN di seluruh kabupaten dan kota, organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi seniman, budayawan, akademisi, pemerintah, dan generasi muda untuk memperkuat ekosistem kebudayaan Gorontalo.
Pemajuan kebudayaan juga diharapkan tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat dan memperkaya khazanah budaya Nusantara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....