Pemerintah Kecamatan Kabila Dukung Pelestarian Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW
- 25 Agt 2026 09:10 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Bone Bolango — Pemerintah Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, terus mendorong pelaksanaan kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat, termasuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Hal tersebut disampaikan Camat Kabila, Toyo Utomo Monoarfa, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Mutaqaddir, Kecamatan Kabila, Selasa 25 Agustus 2026.
Toyo mengatakan, peringatan Maulid Nabi tahun ini tetap berlangsung semarak meskipun wilayah Kabila turut terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Menurutnya, pemerintah kecamatan memiliki peran sebagai koordinator dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan adat yang dilaksanakan masyarakat desa dan kelurahan.
“Peran kecamatan di sini sebagai koordinator. Kita mengoordinasikan kegiatan-kegiatan keagamaan dan kegiatan adat dari desa, kelurahan dan masyarakat Kecamatan Kabila,” ujar Toyo.
Ia mencontohkan pelaksanaan Walima, tradisi masyarakat Gorontalo dalam memperingati Maulid Nabi yang memadukan nilai keagamaan, budaya dan semangat kebersamaan.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat menyiapkan berbagai sajian dalam Toyopo maupun wadah Walima, kemudian dikumpulkan di Masjid Al-Mutaqaddir untuk didoakan bersama dan selanjutnya dibagikan kepada masyarakat.
Tradisi Walima sendiri telah lama menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi di Gorontalo. Rangkaian tradisi tersebut umumnya juga berkaitan dengan Dikili, yakni lantunan zikir dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, serta penyajian makanan dalam Toyopo dan Tolangga.
Toyo mengatakan, selain Walima dan Toyopo, masyarakat Kabila juga masih mempertahankan tradisi Waligo atau Walima Goroba.
“Untuk Waligo, Walima Goroba di Kecamatan Kabila tetap ada untuk tahun ke-29. Alhamdulillah, mereka setiap tahun selalu membuat Waligo,” katanya.
Ia menilai keberlanjutan tradisi tersebut menunjukkan kuatnya semangat masyarakat dalam menjaga kegiatan keagamaan sekaligus warisan budaya daerah.
Pemerintah Kecamatan Kabila, lanjut Toyo, akan terus mendukung kegiatan yang dapat memperkuat hubungan sosial dan silaturahmi masyarakat.
Terlebih, menurutnya, momentum Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat hubungan antarsesama.
“Media ini dijadikan sebagai media silaturahim. Masyarakat Kabila berkumpul di Masjid Al-Mutaqaddir,” ujarnya.
Toyo juga mengajak masyarakat tetap menjaga semangat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW meskipun saat ini Kabila tengah menghadapi musim kemarau.
Ia berharap momentum Maulid dapat menjadi sarana meningkatkan kebersamaan sekaligus memperkuat doa masyarakat agar kondisi kemarau segera berakhir.
“Insya Allah musim kemarau ini segera berakhir, sehingga kita bisa jalan hidup normal kembali,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....