Tak Dikubur atau Dikremasi, Ini Keunikan Tradisi Pemakaman Desa Trunyan
- 13 Jul 2026 11:03 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Indonesia memiliki banyak tradisi unik yang masih dilestarikan hingga kini. Salah satunya dapat ditemukan di Desa Trunyan, sebuah desa adat di tepi Danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini terkenal karena memiliki tradisi pemakaman yang berbeda dari daerah lain di Indonesia dan menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai negara.
Berbeda dengan tradisi pemakaman pada umumnya, masyarakat Desa Trunyan tidak menguburkan atau mengkremasi jenazah. Jenazah diletakkan di atas permukaan tanah di area khusus bernama Sema Wayah dan ditutupi anyaman bambu sederhana yang disebut ancak saji.
Keunikan lainnya, area pemakaman ini tidak mengeluarkan bau menyengat. Masyarakat setempat percaya hal tersebut berkat pohon Taru Menyan yang tumbuh di sekitar lokasi. Pohon ini diyakini mengeluarkan aroma harum yang membantu menetralisir bau jenazah.
Namun, tidak semua warga dimakamkan dengan cara tersebut. Tradisi ini hanya berlaku bagi warga yang meninggal secara wajar dan telah berkeluarga. Sementara itu, jenazah yang meninggal karena sebab tertentu akan dimakamkan sesuai aturan adat yang berbeda.
Desa Trunyan bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga simbol kekayaan budaya Indonesia. Tradisi yang telah dijaga selama ratusan tahun ini menjadi bukti bahwa setiap daerah memiliki kearifan lokal yang patut dihormati dan dilestarikan. Bagi wisatawan yang berkunjung, menjaga sikap dan menghormati adat setempat merupakan bentuk penghargaan terhadap warisan budaya yang masih hidup hingga saat ini.
Meski dikenal karena tradisi pemakamannya, Desa Trunyan sejatinya menyimpan nilai budaya yang jauh lebih dalam. Masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat leluhur, menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan tradisi yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Keberadaan desa ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan patut dihargai.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, penting untuk menghormati aturan adat setempat. Menjaga sikap, berpakaian sopan, serta mengikuti arahan pemandu merupakan bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang telah melestarikan tradisi unik ini hingga kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....