Nazar dalam Islam, Janji kepada Allah yang Harus Ditepati

  • 24 Mei 2026 08:40 WIB
  •  Gorontalo

RRI. CO. ID Gorontalo:Religi Pagi RRI , kembali menghadirkan pembahasan menarik dalam topik Fiqih Muamalat bersama narasumber Religi Pagi, Ustad Rulijanto Podungge. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengupas tuntas tentang pemahaman nazar serta menjawab pertanyaan dari salah satu pendengar, Nene Afni di Buladu.

Dalam penjelasannya, Ustad Rulijanto Podungge menyampaikan bahwa nazar adalah janji atau komitmen seseorang kepada Allah SWT untuk melakukan suatu ibadah atau kebaikan apabila keinginannya tercapai. Nazar bukan sekadar ucapan, tetapi merupakan bentuk ikatan spiritual yang memiliki konsekuensi hukum dalam Islam.

Menanggapi pertanyaan dari Nene Afni terkait nazar yang belum terpenuhi, beliau menegaskan bahwa hukum menunaikan nazar adalah wajib, selama nazar tersebut berupa kebaikan dan tidak bertentangan dengan syariat. Jika seseorang telah bernazar kepada Allah, maka ia memiliki tanggung jawab untuk menunaikannya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa apabila seseorang meninggal dunia sebelum sempat menunaikan nazarnya, maka kewajiban tersebut dapat disampaikan kepada ahli waris untuk dilaksanakan. Hal ini menunjukkan bahwa nazar bukan perkara ringan, melainkan amanah yang harus dijaga.Namun demikian, Ustad Rulijanto juga mengingatkan agar umat Islam tidak menjadikan nazar sebagai kebiasaan dalam setiap keinginan.

“Janganlah selalu bernazar seakan-akan kita enggan beramal tanpa syarat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sebaiknya seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah dengan amal ibadah yang tulus dan konsisten, bukan karena dorongan syarat tertentu.

Menurutnya, ketika seseorang menginginkan sesuatu, langkah terbaik adalah memperbanyak doa, ikhtiar, dan amal saleh, bukan dengan menggantungkan harapan melalui nazar. Dengan begitu, hubungan dengan Allah tetap terjaga dalam keikhlasan dan ketulusan.Melalui kajian ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa nazar adalah janji suci yang tidak boleh diabaikan. Lebih dari itu, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa beramal tanpa syarat, sebagai bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....