Pendidikan Dinilai Kunci Putus Kemiskinan Struktural Antar Generasi
- 05 Feb 2026 11:27 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kemiskinan masih menjadi persoalan paling krusial yang dihadapi masyarakat hingga saat ini. Penanganannya dinilai tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan solusi yang bersifat struktural dan berkelanjutan.
Akademisi Universitas Negeri Gorontalo, Rifi Fazrina, menilai kemiskinan yang terjadi saat ini merupakan kemiskinan struktural. Menurutnya, pendekatan jangka pendek seperti bantuan sesaat belum mampu menyentuh akar persoalan kemiskinan yang dihadapi masyarakat.
“Kemiskinan yang kita hadapi hari ini adalah kemiskinan struktural, sehingga penanganannya tidak cukup hanya dengan bantuan jangka pendek. Pendidikan menjadi instrumen penting karena mampu mengubah struktur sosial dan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup,” ujar Rifi.
Rifi menegaskan, pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan yang merata dan berkualitas, masyarakat dapat dibekali pengetahuan, keterampilan, serta pola pikir yang mendorong kemandirian ekonomi.
Lebih lanjut, Rifi menyampaikan bahwa tanpa intervensi pendidikan yang kuat, kemiskinan berpotensi terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kondisi inilah yang menyebabkan kemiskinan antar generasi sulit diputus.
“Jika pendidikan tidak menjadi prioritas, maka kemiskinan akan terus berulang dan diwariskan. Karena itu, investasi di sektor pendidikan harus menjadi perhatian bersama agar mampu memutus rantai kemiskinan antar generasi,” tambahnya.
Ia berharap, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam kebijakan pembangunan, sehingga upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....