Agroteknologi Dorong Regenerasi Petani di Gorontalo

  • 10 Feb 2026 10:45 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Regenerasi petani masih menjadi tantangan serius di Gorontalo, seiring menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Di tengah kondisi tersebut, penerapan agroteknologi dinilai menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan pertanian yang lebih modern, produktif, dan menjanjikan secara ekonomi.

Dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Zulzain Ilahude, menyebut pertanian saat ini tidak lagi bisa dipandang sebagai sektor tradisional semata. Menurutnya, pendekatan teknologi perlu ditempatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing usaha tani, sehingga mampu menarik minat generasi muda.

“Agroteknologi bukan hanya soal alat atau inovasi, tetapi bagaimana pertanian bisa memberikan nilai tambah dan menjanjikan secara ekonomi. Dengan begitu, generasi muda melihat pertanian sebagai sektor yang layak dan memiliki masa depan,” ujar Zulzain.

Ia menambahkan, penerapan agroteknologi harus tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi petani. Karena itu, pendampingan dan edukasi menjadi faktor penting agar teknologi yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, petani milenial Gorontalo, Hairialsah Malapu, mengaku pemanfaatan teknologi dalam usaha taninya saat ini masih banyak dipelajari secara otodidak. Meski demikian, penggunaan teknologi sederhana dinilai sudah membantu meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas hasil pertanian.

“Saat ini kami masih banyak belajar sendiri dalam menggunakan alat pertanian. Ke depan, tentu kami berharap ada pendampingan khusus dari pemerintah, terutama dalam pengoperasian alat, supaya pemanfaatan teknologi bisa lebih maksimal,” kata Hairialsah.

Menurutnya, dukungan berupa pelatihan dan pendampingan teknis sangat dibutuhkan agar petani muda tidak hanya mampu mengoperasikan alat, tetapi juga memahami manajemen usaha tani secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara akademisi, petani, dan pemerintah diharapkan mampu mempercepat regenerasi petani di Gorontalo. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....