Fakta Unik Suku Dani Papua
- 01 Jul 2024 17:27 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Tradisi yang terbilang ekstrem ini memang sudah banyak ditinggalkan oleh suku Dani. Potong jari adalah tradisi untuk menunjukan kesedihan karena ditinggal oleh anggota keluarga. Bagi suku Dani jari mempunyai arti yang lebih dalam, disimbolkan sebagai bentuk kerukunan, kebersatuan, dan kekuatan dalam diri manusia ataupun sebuah keluarga.
Dijelaskan bahwa jumlah jari yang dipotong menunjukkan berapa banyak keluarga mereka yang telah meninggal dunia. Rasa sakit kehilangan satu jari tersebut melambangkan bahwa sebuah kematian menjadi duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkannya. Tradisi ini sebagian besar dilakukan oleh kaum perempuan. Namun, kaum pria juga diperbolehkan melakukannya sebagai bentuk kesedihan
Menurut mereka menangis saja tidak cukup untuk mengungkapkan kesedihan yang dirasakan. Rasa sakit dari memotong jari dianggap mewakili hati dan jiwa yang tercabik-cabik karena kehilangan, seiring perkembangan zaman, tradisi Iki Palek kini sudah mulai menghilang akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan agama. Meski begitu, di antara anggota suku Dani masih bisa ditemui orang-orang tua yang telah kehilangan jari-jari sebagai bagian dari tradisi Iki Palek. Bahkan, ada yang kehilangan seluruh jarinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....