Bertemu Presiden Prabowo, Jadi Kenangan Manis Bagi Para Siswa SMPN 272 Jakarta

  • 01 Okt 2026 14:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Siswa SMPN 272 Jakarta mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengalaman dan kenang-kenangan sebelum lulus
  • Para siswa mendapat kesempatan bertemu Presiden Prabowo Subianto dan berbincang mengenai MBG serta cita-cita mereka
  • Olif Fia Hatati dan Khoirunnisa Syahida memaknai Kesaktian Pancasila sebagai momentum mengenang perjuangan dan memahami filosofi Pancasila

Senyum dan kegembiraan terlihat dari siswa SMP Negeri 272 Jakarta setelah mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Kamis, 1 Oktober 2026. Bagi para siswa kelas tiga SMP tersebut, kehadiran mereka menjadi pengalaman berkesan sekaligus kenang-kenangan sebelum meninggalkan sekolah.

“Kelas sembilan (tiga SMP), kami angkatan terakhir. Kan tahun ini tahun terakhir kami di sekolah 272, makanya kami jadikan kenang-kenangan,” ucap mereka kepada RRI dengan penuh semangat.

Para siswa mengaku baru mengetahui kesempatan mengikuti upacara tersebut sekitar dua hingga tiga minggu sebelumnya. Sejak itu, mereka menjalani latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), ketahanan, dan proses tersebut berjalan selama kurang lebih tiga minggu.

Para siswa gabungan dari SD, SMP, SMA, dan Pramuka usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur, Kamis, 1 Oktober 2026 (Foto: RRI/Sasa Haniyah)

Latihan tersebut tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi dilanjutkan selama dua hari di lokasi pelaksanaan upacara. Mereka mengatakan belum pernah mengikuti upacara seperti ini sebelumnya sehingga pengalaman tersebut terasa berbeda.

Namun, pengalaman paling berkesan bagi mereka terjadi ketika berkesempatan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan tersebut. Seorang siswa bahkan sempat menyapa Presiden dan menyampaikan bahwa Makan Bergizi Gratis (MBG) baginya terasa enak.

“Sudah 2 tahun, dari awal kelas 8. Jadi sekitar 1 tahun setengah, bermanfaat banget (MBG). Karena kalau pagi-pagi sebelum masuk kelas kadang ke kantin dulu, jadi dengan makan MBG uangnya jadi lebih hemat,” katanya sembari tersenyum.

Momen saat para siswa berjabat tangan dengan Presiden Prabowo Subianto usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur, Kamis, 1 Oktober 2026 (Foto: tangkapan layar youtube/kemenbud)

Obrolan singkat itu menjadi cerita tersendiri bagi para siswa setelah mereka kembali berkumpul bersama teman-temannya. Mereka juga sempat ditanya mengenai cita-cita ketika sudah besar dan menjawab ingin menjadi anggota TNI.

“Katanya kalau sudah besar cita-citanya mau jadi apa?. TNI, kata Bapak (Presiden Prabowo Subianto), ‘Amin',” ucapnya.

Bagi para siswa, pengalaman tersebut tidak berhenti pada pertemuan dengan Presiden atau suasana upacara. Mereka juga membawa pulang pemahaman tentang Pancasila yang menurut mereka tetap dekat dengan kehidupan generasi muda.

Seorang siswi bernama Olif Fia Hatati memandang ‘Kesaktian Pancasila’ bukan sekadar momentum untuk memperingati sebuah peristiwa. Baginya, peringatan tersebut menjadi kesempatan mengenang kembali perjuangan sekaligus menyemangati generasi muda untuk meneruskannya.

"Menurut saya pribadi, Kesaktian Pancasila ini bukan cuma tentang memperingati saja, tapi kita mengenang dan mengingat kembali. Menjadi semangat untuk bisa menjadi generasi muda yang meneruskan apa yang telah mereka usahakan,” ujar Olif kepada RRI usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Upacara Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pandangan serupa disampaikan Khoirunnisa Syahida yang memaknai upacara sebagai kesempatan mengingat kembali Pancasila. Menurutnya, Pancasila bukan hanya sesuatu yang diperingati, tetapi juga berkaitan dengan filosofi dan semangat hidup.

"Menurut saya, tadi kan kita habis melaksanakan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Kita tuh bukan cuma jadi peserta doang. Tapi dengan ini kita juga mengingat kembali tentang Pancasila itu apa, tentang filosofi dan semangat hidup,” kata Khoirunnisa.

Para siswa menyampaikan bahwa Pancasila bagi mereka masih sangat relevan untuk kehidupan anak-anak muda saat ini. Bagi mereka, pengalaman mengikuti upacara menjadi kenangan tersendiri sekaligus ruang untuk kembali memahami nilai Pancasila.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....