Riuh Blok M, Sepenggal Harapan Para Pedagang di Momen Bulan Kemerdekaan
- 08 Agt 2026 10:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Riuh-riuh suara masyarakat disertai lalu lalang suara mobil dan motor, nampak memadati kawasan Blok M Hub, di Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kawasan Blok M memang dikenal, sebagai wilayah yang selaku hidup 1x24 jam.
Masyarakat yang datang ke Blok M HUB, tidak hanya untuk menenangkan pikiran di tengah padatnya aktivitas kerja. Mereka yang datang, rata-rata juga ingin berburu aneka jajanan UMKM di Blok M HUB.
Apalagi, tinggal hitungan hari, masyarakat dan pemerintah Indonesia akan memperingati HUT ke-81 RI, pada 17 Agustus 2026 mendatang. Lantas, apa harapan pelaku UMKM di kawasan Blok M Hub jelang perayaan HUT ke-81 RI?

Pengunjung memadari kawasan Blok M Hub, tempat UMKM menjual aneka jajanan makanan dan minuman, di Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Agustus 2026 (Foto: RRI/Dedi Hidayat)
Dari pantauan RRI.co.id, berbagai macam usaha UMKM di Blok M Hub menawarkan banyak aneka makanan dan minuman berbagai rasa. Tidak hanya itu, menjelang 17 agustusan, tidak sedikit UMKM yang memberikan paket promo makanan dan minuman.
Nampaknya, pelaku UMKM sudah mempersiapkan diri menjelang perayaan HUT ke-81 RI. Mengingat, pada hari tersebut, masyarakat akan memasuki waktu libur dan banyak menghabiskan waktu di Blok M HUB.

Joko pemilik UMKM jus 'Pure Smoothies' di kawasan Blok M Hub, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Agustus 2026 (Foto: RRI/Dedi Hidayat)
Joko selaku salah satu pelaku UMKM minuman di kawasan Blok M HUB mengaku, sudah mempersiapkan diri untuk menyambut masyarakat yang datang di kawasan tersebut. Pemilik gerai aneka minuman jus 'Pure Smoothies' mengatakan, setiap hari libur, jumlah pengunjung yang datang sangat banyak.
"Apalagi 'weekend', terus ditambah lagi beberapa bulan terakhir ini sering ada event. Sejauh ini lebih stabil (pemasukan untuk usaha) sudah kelihatan lah 'pattern'-nya lah kapan dia rame," kata Joko kepada RRI.co.id.
Di kawasan Blok M Hub, Joko mengungkapkan, animo masyarakat yang datang di kawasan tersebut beberapa bulan terakhir ini selalu ramai. Hal itu, berkat banyaknya acara musik yang dihadirkan oleh pihak swasta.
"Kalau (acara) dari pemda jujur, saya kurang tahu ya, soalnya yang biasanya bikin event di sini kan dari brand-brand besar. Kayak brand minuman atau Bank, mereka kadang ngundang-ngundang artis gitu," ucap Joko.
Dalam menjalankan bisnis UMKM, Joko mengaku, dalam situasi ekonomi saat ini tidak mudah. Bahkan, Joko mengatakan, imbas isu perang di luar negeri dinilainya secara tidak langsung juga berdampak kepada pelaku UMKM.
"Pasti ada ya, apalagi beberapa bulan lalu ya, awal mau ada isu perang itu kan. Mungkin itu efeknya enggak-enggak secara langsung, cuma daya beli orang menurutku tetep-tetep," ujar Joko.
Tidak hanya itu, Joko mengaku, isu geopolitik luar negeri juga berimbas pada naiknya harga bahan baku. Alhasil, dalam mempertahankan bisnis UMKM-nya, ia harus menaikkan harga dari biasanya.
"Jadi, mau nggak mau secara terpaksa kita harus naikin harga jual juga. Harga bahan Baku dari situ tuh naik semua," kata Joko.
Menyambut HUT ke-81 RI tahun 2026 ini, Joko mengharapkan, pemerintah dapat menurunkan harga bahan pokok untuk masyarakat. Terutama, bagi pelaku UMKM yang sangat ini dihadapi tantangan naiknya harga bahan baku untuk usaha.
"Kalau bisa bahan baku lebih stabil, harganya kan kadang biasanya bahan baku nih naik sampai lima kali turun sekali doang. Kayaknya harus dibikin kebijakan agar harga bahan baku lebih stabil aja mungkin," ucap Joko.
Tidak sampai disitu, Joko juga mengharapkan, UMKM di Indonesia bisa naik level ke dunia internasional dalam usia Kemerdekaan Indonesia ke-81 ini. Dengan kepastian kebijakan yang berkeadilan dan jaminan kesejahteraan dari pemerintah, diyakininya UMKM akan mampu menjadi roda penggerak utama ekonomi bangsa.
"Semoga yang kita takutkan kemarin-kemarin kan banyak ketakutan kan itu tidak terjadi, harapanku juga pemerintah bisa lebih bertanggung jawab. Sehingga yang kebijakan yang keluar pun itu nantinya bakal memudahkan kita," ujar Joko.

Zidane pelaku UMKM makanan Cimol Keju Barito (Foto: RRI/Dedi Hidayat)
Di tempat yang sama, Zidane selaku pelaku UMKM Cimol Keju Barito juga buka suara, terkait HUT ke-81 RI ini. Zidane mengharapkan, pemerintah dapat mendukung UMKM untuk naik level.
"Berkembang, naik level, karena kita pun pengen UMKM itu berkelas lah gitu, gak hanya sekedar jualan, tapi ada kualitas gitu. Kalau dari segi ekonomi itu, kalau dari segi kitanya, mungkin transisi ke yang lebih baik," kata Zidane kepada RRI.co.id.
Zidane juga menyoroti, nasib para pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Blok M HUB terkait tempat usaha. Ia mengkhawatirkan, sewaktu-waktu pemerintah di DKI Jakarta menutup tempat usaha di Blok M.
"Harapannya pemda atau pemkot setempat memberikan jaminan lah, mengingat kawasan ini milik pemerintah Jakarta. Kalau ini, kan kita sewa sama pemerintah dan kita harus ikutin apa yang apa peraturan yang diinginkan pemerintah," ucap Zidane.
Dalam menyambut HUT ke-81 RI, Zidane menuturkan, pihaknya juga sudah memikirkan promo-promo untuk para pelanggannya. "Kalau ide sudah ada, jadi tinggal diobrolin bersama tim untuk dieksekusi," ujar Zidane.
Ke depannya, Zidane juga berharap, pemerintah lebih gencar melakukan pendampingan dan pelatihan untuk pelaku UMKM. Zidane menuturkan, banyak pelaku UMKM yang belum paham dengan peraturan mengenai sistem perpajakan.
"Untuk pesannya, karena kita ini berawal dari pedagang, jadi kurang paham gitu kayak perpajakan segala macem. Belum lagi, ditambah harga bahan baku naik, harapannya ada edukasi untuk UMKM, seperti pendampingan penyuluhan gitu ya," kata Zidane.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....