Merajut Empati Demi JKN dan NKRI Jadi Dedikasi Petugas BPJS Kesehatan
- 30 Jul 2026 00:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Petugas BPJS Kesehatan Satu bertindak sebagai penyeimbang informasi di 27 rumah sakit demi memastikan kesetaraan pelayanan pasien.
- Program JKN PBI menanggung penuh biaya cuci darah rutin delapan kali sebulan bagi lansia penderita penyakit kronis di RSUD Koja.
- BPJS Kesehatan Jakarta Utara memberikan kepastian reaktivasi kartu kepesertaan mandiri korban PHK dalam waktu 15 hingga 30 menit.
Dengungan ritmis lembut dari mesin cuci darah langsung menyambut langkah kami di lantai empat RSUD Koja. Yuni dengan rompi hijau “BPJS Kesehatan Satu Siap Membantu” senantiasa mendampingi kami melihat langsung perjuangan para pasien.
Ruang Hemodialisis tersebut memiliki 30 tempat tidur yang melayani sekitar 300 pasien rutin setiap bulan. Kami menjumpai Soebandrio yang berbaring tenang sambil mengenakan baju batik bercorak hijau serta cokelat.
“Oh enggak, (saya-red) sama istri,” katanya saat ditanya apakah ada yang menemaninya.
“Istri saya suruh minggir dulu. ‘Minggir dulu, mau datang tamu’, saya bilang,” kata Soebandrio berseloroh yang membuat kami tertawa.

Lengan kanan lansia berusia 70 tahun asal Cilincing ini tampak terhubung langsung ke mesin cuci darah. Pria kelahiran 7 Juli 1956 ini pertama kali divonis cuci darah di Rumah Sakit Islam Sukapura pada tahun 2018.
Ia sempat menolak tindakan cuci darah tersebut karena memiliki niat luhur untuk menunaikan ibadah haji. Soebandrio kemudian berikhtiar menjalani pengobatan alternatif herbal demi mempertahankan kesehatan fungsi organ ginjalnya.
Tingginya biaya pengobatan herbal tersebut perlahan-lahan menguras seluruh tabungan pribadinya hingga akhirnya ia mengalami kolaps. Tetangga lantas mengantarkan Soebandrio yang terkulai lemas menuju ruang perawatan medis RSUD Koja saat malam.

Soebandrio ternyata cukup jenaka saat menceritakan pengalaman emosional menghadapi kekhawatiran biaya rangkaian operasi. Ia secara spontan memberikan jawaban pasrah bernuansa canda ketika dokter mempertanyakan perihal jaminan BPJS Kesehatan.
“Dia (dokternya-red) bilang begini, ‘Kalau enggak dijamin BPJS gimana?’. Saya bilang, ‘Udah Dok, saya mendingan mati’, saya gituin aja kan," kata Soebandrio dengan mimik lucu yang membuat kami sekali lagi tertawa.
Dokternya lantas menenangkan Soebandrio dengan senyuman serta nada bicara ramah. Tindakan medis pada akhirnya dapat berjalan lancar karena seluruh biaya operasi ditanggung penuh BPJS Kesehatan.
"Tenang aja, wis tenang wae. (Dia-red) orang Jogja, ‘tenang aja’. Alhamdulillah dijamin," ujar Soebandrio menirukan ucapan dokternya.

Soebandrio menceritakan perjuangan berat berupa empat kali tindakan operasi besar pada beberapa organ tubuhnya. Ia pernah menjalani operasi ginjal kanan-kiri, kantong empedu, serta hernia hingga masuk ruang intensif dua hari.
Soebandrio juga menceritakan kisah almarhum kakaknya yang meninggal dunia usai empat tahun menjalani perawatan cuci darah. Kala itu, era sebelum hadirnya BPJS Kesehatan, membuat rumah keluarga di Solo terpaksa dijual hingga menyisakan utang.
Satu sesi cuci darah kini membutuhkan biaya Rp800.000 dan berlangsung rutin sebanyak delapan kali per bulan. Jaminan kepesertaan PBI membuat Soebandrio tidak perlu mengeluarkan biaya berobat rutin sepeser pun sampai sekarang.
"Walaupun saya cuci darah, saya bawa happy-lah. Saya ikhlas ya Allah, kau beri aku cuci darah. Namun berikan kami kemudahan dalam berobat segala macam. Itu aja," kata Soebandrio.
Di tengah perawatan rutin, Soebandrio mengaku tetap ceria menjalankan aktivitas sehari-hari mengasuh serta mengantar empat cucunya. Kehadiran cucu-cucu tersayang memberikannya semangat hidup bagi lansia yang selalu berprasangka baik ini.
Ketenangan dan senyum bahagia Soebandrio menjadi bukti nyata hadirnya rasa tenang di tengah proses perawatan medis. Petugas Humas RSUD Koja Ria menjelaskan koordinasi pelayanan dengan BPJS Kesehatan Satu di lapangan selalu berjalan lancar.
"Keberadaan BPJS Kesehatan Satu sendiri alhamdulillah sangat membantu. Jadi pelayanan dan informasinya yang diberikan sama," ujar Ria.
Perjalanan RRI satu hari itu menunjukkan betapa komitmen pelayanan kesehatan seluruh lini penting dalam memberikan kepastian jaminan kesehatan. Pesan Kepala Cabang Yayak Nugroho menutup kunjungan kami melalui penegasan janji pengabdian atas nama seluruh petugas BPJS Kesehatan.
"Kami akan tetap terus melayani dengan sepenuh hati, demi JKN, demi NKRI," ucap Yayak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....