"Saya Tidak Tahu", Kisah Wartawan Gendong Jemaah Haji Tertua Usia 103 Tahun
- 08 Mei 2026 08:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tanpa berpikir panjang, Fahmi segera mendekat dan menawarkan bantuan kepada Mbah Mardijiyono yang terlihat kesulitan berjalan menuju hotel tersebut
- Bagi wartawan Media Center Haji, membantu jemaah bukan sekadar tindakan spontan selama menjalankan tugas peliputan di Arab Saudi tersebut
- Bagi mereka, membantu para tamu Allah menjadi kehormatan sekaligus keberkahan selama musim haji berlangsung setiap tahunnya
RRI.CO.ID, Madinah - Langkah jemaah haji Indonesia perlahan memenuhi pelataran Hotel Makarem Madinah sejak pagi hari, Minggu, 3 Mei 2026. Suasana lelah setelah perjalanan panjang bercampur haru ketika para jemaah akhirnya tiba di Kota Madinah, Arab Saudi.
Di tengah keramaian kedatangan jemaah, seorang lansia terlihat kesulitan menuruni tangga bus pengangkut rombongan dari bandara internasional tersebut. Tubuh renta itu ternyata milik Mbah Mardijiyono, jemaah haji berusia 103 tahun asal Embarkasi Yogyakarta tahun ini.
Wartawan Times Indonesia, Ahmad Nuril Fahmi, awalnya hanya menjalankan tugas peliputan kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah hari itu. Namun, pandangannya langsung tertuju kepada seorang lansia yang tampak kelelahan sambil berusaha menapakkan kaki perlahan turun.
Tanpa berpikir panjang, Fahmi segera mendekat dan menawarkan bantuan kepada Mbah Mardijiyono yang terlihat kesulitan berjalan menuju hotel tersebut. Ia kemudian menggendong jemaah lansia itu melewati kerumunan jemaah lain yang baru saja tiba dari perjalanan panjang.
“Saya tidak tahu. Yang saya gendong ternyata Mbah Mardijiyono,” kata Fahmi sambil mengenang momen hangat tersebut di Madinah.
Ia mengaku, hanya ingin membantu jemaah lansia. Terutama, yang tampak kelelahan setelah perjalanan panjang menuju Tanah Suci tersebut.
Di tengah hiruk-pikuk kedatangan jemaah, langkah Fahmi terlihat perlahan sambil menjaga tubuh Mbah Mardijiyono tetap nyaman selama perjalanan tersebut. Sejumlah jemaah lain memperhatikan momen itu dengan wajah haru ketika wartawan membantu tamu Allah berusia sangat lanjut.
Dua wartawan lainnya ikut membantu proses kedatangan Mbah Mardijiyono menuju hotel tempat rombongan jemaah Indonesia menginap sementara tersebut. Mereka ialah Bhery Hamzah dari Radio Elshinta dan Mahmud Fauzi dari Metro TV yang bertugas meliput musim haji.
“Alhamdulillah. Bahagia rasanya dapat membantu Mbah Mardijiyono selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci,” ujar Fahmi selepas membantu.
Diharapkan, Mbah Mardijiyono tetap diberikan kesehatan dan kekuatan selama mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini. Bagi wartawan Media Center Haji, membantu jemaah bukan sekadar tindakan spontan selama menjalankan tugas peliputan di Arab Saudi tersebut.
Mereka juga kerap membantu jemaah tersesat. Selain itu, mencari barang tertinggal, hingga mendampingi lansia menuju lokasi ibadah tertentu.
Di Tanah Suci, tugas jurnalistik ternyata berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan yang hadir melalui tindakan sederhana penuh kepedulian tersebut. Bagi mereka, membantu para tamu Allah menjadi kehormatan sekaligus keberkahan selama musim haji berlangsung setiap tahunnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....