Semangat Mardijiyono, Jemaah Haji Tertua Usia 103 Tahun Tiba di Madinah

  • 05 Mei 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jemaah tertua berusia 103 tahun tetap mandiri
  • Total 77.269 jemaah tiba di Madinah
  • 098 jemaah sudah diberangkatkan ke Makkah

RRI.CO.ID, Madinah - Jemaah haji Indonesia gelombang pertama telah tiba di Madinah sejak Selasa, 22 April 2026. Kedatangan tersebut mencatat total 77.269 orang, dengan sebagian jemaah sudah diberangkatkan menuju Makkah.

Sebanyak 20.098 jemaah dari gelombang pertama telah diberangkatkan menuju Makkah secara bertahap oleh petugas. Proses pemindahan dilakukan untuk memastikan kelancaran layanan ibadah dan distribusi jemaah di dua kota suci.

Salah satu jemaah yang menarik perhatian publik adalah Mardijiyono Karto Sentono (103 tahun) yang berusia sangat lanjut. Ia berasal dari Piyungan, Bantul, dan tergabung dalam kelompok terbang sembilan Embarkasi Yogyakarta International Airport.

Mardijiyono tercatat sebagai jemaah tertua pada gelombang pertama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Kondisi tersebut tidak mengurangi semangatnya dalam menjalankan rangkaian ibadah yang telah lama diniatkannya.

Dalam aktivitas sehari-hari, ia masih mampu menjalankan kebutuhan dasar secara mandiri tanpa bantuan penuh. Ia tetap menggunakan alat bantu berjalan dan melaksanakan salat dengan posisi duduk menyesuaikan kondisi fisiknya.

Kondisi fisik Mardijiyono dinilai cukup baik meskipun usianya telah melampaui satu abad kehidupan. Perjalanan panjang dari Indonesia menuju Arab Saudi juga tidak menunjukkan tanda kelelahan yang berarti.

Saat ditanya rahasia panjang umur, ia menekankan pentingnya menjaga hati. “Kuncinya selalu merasa gembira,” kata Mardijiyono kepada RRI, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia sebelumnya berencana menunaikan ibadah haji bersama istrinya dalam perjalanan spiritual yang sama. Namun, rencana tersebut berubah, setelah istrinya wafat lebih dahulu, sebelum keberangkatan dilaksanakan.

Petugas penyelenggara ibadah haji memastikan pendampingan penuh diberikan selama ia berada di Tanah Suci. Pendampingan tersebut mencakup aspek kesehatan, mobilitas, dan kebutuhan ibadah selama menjalani rangkaian haji.

Khalilurahman, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah mengatakan semangat Mardijiyono patut dicontoh. "Semangat beliau menjadi contoh keteguhan niat,” ujar Khalilurahman, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah.

Petugas PPIH terus memantau kondisi kesehatan Mardijiyono secara berkala selama pelaksanaan ibadah berlangsung. Kisahnya menjadi inspirasi luas bahwa usia tidak menjadi penghalang dalam menjalankan ibadah haji.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....