Penantian Panjang Berbuah Rumah Subsidi, Cerita Bahagia di Puri Harmoni Indah

  • 29 Apr 2026 21:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program KPR Sejahtera dari PT Bank Central Asia Tbk membuka peluang kepemilikan rumah bagi pekerja sektor non-formal tanpa slip gaji
  • Skema cicilan terjangkau dengan bunga flat 5 persen menjadi solusi nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian layak

RRI.CO.ID, Serang — Wajah ceria terpancar dari para konsumen saat berdiri di depan rumah barunya di Perumahan Puri Harmoni Indah, Serang, Banten. Rumah subsidi sederhana dengan desain modern itu menjadi simbol perubahan hidup setelah penantian panjang untuk memiliki hunian sendiri.

Rifki Ardiansyah, yang bekerja sebagai jasa odong-odong keliling, mengaku memilih perumahan tersebut karena lingkungannya nyaman dan tertata rapi. Ia juga menilai suasana kawasan yang adem dan asri menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan.

Rifki Ardiansyah pengusaha odong-odong keliling yang menjadi salah satu penerima manfaat KPR Sejahtera BCA saat diwawancarai rri.co.id di Perumahan Puri Harmoni Indah, Serang, Banten, Selasa, 28 April 2026 (Foto: RRI/Namira Kaguma)

Ia yang sebelumnya tinggal bersama orang tua memutuskan memiliki rumah dengan jarak sekitar empat kilometer dari tempat tinggal lamanya. “Alasan ngambil perumahan di sini, karena lingkungannya nyaman, tata rumahnya rapi, adem asri gitu ya,” ujar Rifki pada rri.co.id di Serang, Selasa, 28 April 2026.

Perjalanan memiliki rumah bukan hal mudah bagi Rifki karena terkendala persyaratan administrasi. Sebagai pekerja non-formal, ia tidak memiliki slip gaji yang kerap menjadi syarat utama dalam pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Udah beberapa perumahan saya jajal untuk mencoba mengambil rumah, tapi keterbatasan dengan surat-surat. Karena usaha keliling odong-odong ini nggak punya slip gaji,” katanya dengan perasaan terharu.

Namun, harapan itu akhirnya terbuka setelah ia mengetahui adanya program KPR Sejahtera dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Ia pun merasa proses pengajuannya berjalan lancar dan tidak menemui kendala berarti.

Rifki menilai program tersebut benar-benar memberikan harapan bagi masyarakat berpenghasilan rendah seperti dirinya yang mendambakan memiliki rumah hingga lima tahun. Menurutnya, dukungan BCA telah membantu mewujudkan cita-cita memiliki rumah bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Cerita serupa juga datang dari Wina, seorang pedagang pecel lele yang kini berhasil memiliki rumah melalui program yang sama. Ia mengaku memilih hunian tersebut karena harga yang sesuai kemampuan serta kondisi bangunan yang dinilainya baik dan layak huni.

“Harganya tuh pas buat kantong saya. Jadi subsidi ringan, bangunannya bagus, terus datarannya agak tinggi, jauh dari banjir,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia menambahkan proses pengajuannya juga tidak dipersulit meski dirinya tidak memiliki penghasilan tetap. Menurut Wina, kemudahan akses pembiayaan menjadi faktor utama yang mendorongnya mengambil rumah subsidi di lokasi ini.

“Persyaratannya nggak sulit,” ucapnya. Ia juga mengaku proses persetujuan hanya memakan waktu sekitar dua minggu.

Senyum bahagia yang terpancar dari seorang pedagang pecel lele, Wina di depan rumah subsidi yang dibelinya di Perumahan Puri Harmoni Indah, Serang, Banten (Foto: RRI/Namira Kaguma)

Kesempatan ini, lanjutnya, telah dinantikan sejak lama, namun sebelumnya selalu terkendala persyaratan gaji. “Alhamdulillah, saya langsung daftar, akhirnya sekarang udah akad,” katanya.

Sebelumnya, Wina sempat berencana mengambil rumah di lokasi lain, namun prosesnya sulit karena harus memiliki gaji tetap. Sebagai pedagang kecil, kondisi tersebut membuatnya mundur, hingga akhirnya mengetahui Puri Harmoni Indah menyediakan skema subsidi.

Program KPR Sejahtera dinilai membuka peluang bagi masyarakat sektor non-formal untuk memiliki rumah. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri PKP yang menegaskan akses perumahan kini tidak hanya bagi masyarakat bergaji tetap.

“Inilah yang di minta pak Presiden, yang punya gaji diurus, seperti TNI, Polri, PNS, Guru. Tapi yang tidak punya gaji juga diurus, tapi punya penghasilan,” ujar Maruarar Sirait yang menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tersebut.

Menteri yang akrab disapa Ara ini turut mengapresiasi akad KPR Sejahtera BCA tersebut. Ia menambahkan skema ini didukung manajemen risiko yang baik melalui proses survei dan profiling calon debitur oleh BCA.

Menteri PKP Maruarar Sirait saat menghadiri akad massal KPR Sejahtera BCA di Perumahan Puri Harmoni Indah, Serang, Banten (Foto: RRI/Namira Kaguma)

Sebagai informasi, sebanyak 51 unit rumah subsidi melakukan akad melalui skema KPR Sejahtera BCA di tiga lokasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 unit berada di Perumahan Puri Harmoni Indah.

Pembiayaan KPR tersebut dengan bunga flat 5 persen yang subsidinya ditanggung BCA tanpa menggunakan APBN. Dengan skema tersebut, rumah tipe 36 ini dibayarkan konsumen dengan cicilan berkisar Rp1,3 juta per bulan dengan tenor 15 tahun.

Bagi para konsumen seperti Rifki dan Wina, rumah tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Lebih dari itu, rumah menjadi titik awal kehidupan baru yang lebih layak dan penuh harapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....