Ketuk Pintu Langit dari Jalanan, Kini Genggam Kunci KPR BTN Impian
- 23 Feb 2026 03:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Gojek Swadaya, yang berkolaborasi dengan KPR Sejahtera BTN, berjalan di bawah pilar ketiga program tersebut, yakni "Merencanakan." Gede Manggala, Head of Indonesia Regions Gojek, merinci makna pilar tersebut bersama dua pilar lainnya.
"Komitmen ini diwujudkan melalui program Swadaya dengan tiga pilar utama: Meringankan biaya operasional mitra, Memfasilitasi mitra dan keluarga kepada layanan asuransi terjangkau, serta Merencanakan kehidupan jangka panjang mitra melalui akses finansial dan pelatihan," kata Gede pada 29 Oktober 2024.
Manajemen Gojek mengungkap sebanyak 884 mitra pengemudi telah mendaftar program ini hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, 56 mitra telah menyelesaikan akad kredit di delapan kota.
Solo, Bogor, Semarang, Bekasi, Karawang, Palembang, Makassar, dan Bandung menjadi wilayah yang menerima kemudahan tersebut. Dan, Gojek menyediakan kuota 2.000 unit khusus bagi mitra dengan keringanan uang muka hingga 50 persen.
Perbankan dan pelaku industri melihat program ini sebagai langkah menjalankan mandat negara. Ketua Umum DPP Apersi Junaidi Abdillah mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai upaya memenuhi hak dasar warga negara.
"Dan kita melihat bahwa antusiasnya pemerintah patutlah didukung, patutlah di-support. Niat baiknya dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang Dasar (1945 pasal-red) 28 huruf H," kata Junaidi dalam wawancara bersama RRI, Jumat (13/2/2026).
UUD 1945 Pasal 28 huruf H ayat 1 berbunyi: “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.”
Sementara, UUD 1945 Pasal 28 huruf H ayat 4 berbunyi: “Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.”
Dirut BTN Nixon meyakini KPR Sejahtera menjadi salah satu ujung tombak menyukseskan Program 3 Juta Rumah. Kolaborasi ini juga mengurangi hambatan sosial dan ekonomi mitra pengemudi sehingga menciptakan peluang berkelanjutan agar segera naik kelas.
“Pembiayaan yang BTN berikan untuk para pelaku industri perumahan akan memberikan multiplier effect atau dampak turunan kepada ratusan subsektor ekonomi lainnya, sehingga BTN turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi negara," kata Nixon.
BTN Housing Finance Center mencatat kepemilikan rumah berdampak pada pengelolaan keuangan keluarga penerimanya secara keseluruhan. Nixon menyebut peserta program melaporkan rasa puas terhadap program ini.
"Masyarakat berpenghasilan rendah melihat KPR telah membantu mereka untuk mengelola keuangan keluarga lebih baik dan mereka merasa puas karena memiliki daya atau mampu memiliki rumah dari hasil jerih payah mereka," kata Nixon.
PT Dwi Wahana Delta Megah selaku pengembang Puri Delta Asri kini sudah masuk tahap keempat pembangunan. Dian, marketing perusahaan tersebut, melihat skema relaksasi administrasi ini berpotensi diterapkan untuk pekerja-pekerja informal yang mengalami hambatan serupa.
"Semoga bisa menambah program, mungkin dengan para pedagang atau UMKM-lah. UMKM itu banyak tuh yang nggak bisa, karena nggak punya gaji bulanan. UMKM banyak yang minat," kata Dian.

Soni kini tinggal bersama keluarganya di rumah impian. Sementara, istrinya yang menjadi ibu rumah tangga menemani kedua anak mereka yang masih kecil.
"Yang pertama itu kelas 1 SD. Itu cowok. Terus yang kedua itu cewek, baru TK,” kata Soni.
“Istri di rumah Mas, pengennya bantu kerja. (Tapi-red) karena anak-anak itu masih kecil-kecil, masih butuh perhatian," katanya lagi.
Kegembiraan ini tak luput dari pengamatan Dian. Ia merasa turut berbahagia menyaksikan wajah-wajah sumringah para pekerja informal tersebut saat mendapatkan rumah baru mereka.
“Mereka yang mendaftar itu kan harapannya tipis sekali untuk bisa mendapatkan KPR. Tapi dengan program ini, mereka saat survei lokasi, mereka menyatakan senang banget bisa mengambil rumah di sini,” kata Dian.
“Untuk yang bekerja di Gojek mungkin bisa lebih ditelateni lagi pekerjaannya,” kata Dian untuk para pengemudi ojek daring.
“Kalau harapan saya sendiri itu, semoga program Gojek, seperti Swadaya, KPR rumah, dan lain-lain, itu tetap ada dan bisa lebih lama karena banyak mitra lain selain saya yang membutuhkan, Mas,” kata Soni menutup pembicaraannya.
Heri dan Soni bukan akhir dari cerita ini. Masih ada jutaan pengemudi daring dan pekerja informal lain yang sedang menantikan impian mereka terwujud.