Sejarah Bola Sepak, "Bahan, Ukuran dan Cirinya"
- 09 Apr 2025 09:56 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Pada abad ke-15, sepak bola mulai populer di Italia. Dulu bolanya terbuat dari kulit atau bagian perut hewan yang diisi dengan jerami atau diisi udara. Di China Kuno tahun 255-220 SM, orang bermain tendang-menendang menggunakan tengkorak kepala manusia. Ngeri juga, ya? Bangsa Mesir, Yunani dan Romawi Kuno juga pernah main permainan serupa.
Setelah itu, di abad pertengahan permainan ini mulai populer banget di Italia. Nah, di masa itu orang sudah mulai bermain pakai kulit hewan. Biasanya kulit babi, tapi bisa juga hewan lainnya.
Di dalamnya diisi jerami dan rerumputan, atau diisi dengan angin. Jadinya bulat, tapi nggak bulat sempurna seperti bola sepak yang kita kenal sekarang.
Baru di tahun 1855, Charles Goodyear dari Inggris mendesain bola sepak pertama yang terbuat dari karet yang dipanaskan.
Hasilnya? Bola jadi membulat dan keras. Tahun 1863, sepak bola mulai diatur olah Football Association dan awalnya jadi aktivitas kaum borjuis. Tapi setelah revolusi industri, sepak bola pun dimainkan oleh kalangan kelas menengah dan kelas bawah.
Awalnya belum ada ukuran yang pasti. baru di tahun 1872, Football Association merevisi peraturan bahwa bola sepak harus bulat dan berukuran 27-28 inci. Tahun 1937 peraturannya diganti sedikit. Selama berpuluh tahun, bahan kulit tetap dipakai. Baru tahun 1960-an akhirnya dibuat bola sepak sintetis pertama. Tahun 80-an, bola sintetis ini mengganti bola kulit sepenuhnya.
Ukuran Bola Sepak
Sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Federation Internationale de Football Association (FIFA), maka ukuran bola sepak yang sesuai dengan standar internasional adalah berdiameter antara 21-22.5 cm. Sedangkan keliling lingkarannya minimal 68 cm dan maksimal 71 cm.
Ciri Ciri Bola Sepak
Kalau kita beli bola sepak yang berkualitas dan orisinal, pasti mengikuti ukuran dan standar yang telah ditentukan oleh FIFA. Apa saja ciri bola sepak yang baik? Langsung saja perhatikan beberapa poin di bawah ini, jadi kita nggak salah pilih pas membeli:
1. Bahan Bola Sepak
Bola sepak yang digunakan sekarang dan sudah jadi standar internasional terbuat dari kulit sintetis. Bahan ini dianggap paling ideal karena tahan lama, kokoh, dan nggak menyerap air kalau dibandingkan dengan kulit asli. Jadi meski dipakai selama kompetisi, bobotnya nggak akan berubah jadi lebih berat dan menyulitkan para pemain. Bola dari kulit asli bisa menyerap air dan membuatnya jadi berat.
Tekstur kulitnya juga sudah ditentukan oleh FIFA, nggak bisa menggunakan kulit sintetis sembarangan. Ketebalan dan teksturnya sudah diatur dengan jelas supaya nggak terlalu tebal dan jadi berat. Tapi nggak boleh terlalu tipis juga supaya bisa tetap kokoh, nggak mudah rusak meski ditendang pemain selama beberapa jam.
2. Bentuk Bola Sepak
Bola sepak bentuknya harus bulat sempurna, tanpa ada cacat di sisi mana pun. Tujuannya bukan hanya masalah estetika, tapi supaya bola bisa stabil saat ditendang dan menggelinding. Dengan begitu, pemain jadi lebih mudah mengontrol bola. Tiap kali ditendang, hasilnya lebih presisi. Bola yang bentuknya nggak bulat sempurna, tentu putarannya nggak akan stabil. Bisa melenceng dan menyulitkan pemain.
3. Ukuran Bola Sepak
FIFA menetapkan ukuran bola sepak agar bisa dimainkan dengan sempurna dan nyaman bagi pemain di seluruh dunia. Diameter bola sepak harus antara 21-22.5 cm. Keliling bola sepak harus antara 68-71cm. Ukurannya nggak diperbolehkan melebihi atau kurang dari ukuran standar ini.
4. Berat Bola Sepak
Berat bola sepak juga telah ditentukan minimal 410 gram dan maksimal 450 gram. Bola sepak yang terlalu ringan tentu kurang ideal digunakan bermain karena jadi mudah terbawa angin. Sedangkan berat bola sepak yang berlebih jadi menghambat permainan dan menyulitkan pemain bola.
5. Tekanan Bola Sepak
Terakhir, bola sepak yang sesuai standar internasional juga harus memiliki tekanan udara yang tepat. FIFA menetapkan tekanan udara yang tepat adalah 0.6-1.1 atmosfer. Kalau belum dipenuhi, maka nggak sesuai dengan standar dan nggak bisa dipergunakan dalam turnamen yang berskala internasional.
Kenapa Bola Sepak Berwarna Hitam dan Putih?
Awalnya bola sepak nggak berwarna hitam putih seperti sekarang. Biasanya berwarna coklat, karena terbuat dari kulit. Kemudian bahan bola sepak melalui proses bleaching atau pemutihan. Baru kemudian Adidas menambahkan warna hitam di pola pentagon. Kenapa? Tujuannya adalah untuk memudahkan saat ada turnamen pola yang ditayangkan di TV. Ini terjadi di masa TV masih hitam putih.
Tapi ternyata desain ini punya efek menguntungkan lainnya. Pemain bola jadi lebih terbantu dalam menempatkan kaki mereka. Jadi pemain bila bisa menendang bola sesuai yang mereka inginkan. Hasilnya bisa lebih presisi! Jadi ternyata warna hitam putih di bola sepak itu ada maksudnya. Meskipun sekarang banyak bola sepak lain yang warna-warni. Yang klasik tetap hitam putih.
Kenapa Bola Sepak Berpola Segi Lima dan Segi Enam?
Bola sepak yang terbuat dari kulit dulunya dijahit dengan tali. Sedangkan bola sepak yang dipakai sekarang yang terbuat dari kulit sintetis dijahit menjadi satu dengan desain yang namanya Buckminster Ball atau nama kerennya Buckyball. yang mendesain Buckyball adalah Richard Buckminster Fuller asal Amerika. Dia membuat desain ini untuk mengoptimalkan bola sepak dengan bahan yang minimal.
Model ini dilengkapi pola segi lima (heksagon) dan segi enam (pentagon) yang dipersatukan menjadi bulat. Tepatnya di bola sepak ada 20 segi 5 dan 12 segi 6. Saat segi 5 dan segi 6 ini dijahit dan digelembungkan, bentuknya akan jadi bulat sempurna.
Jadi alasan kenapa polanya segi 5 dan segi 6 simpel banget. Ketika dijahit dan menjadi satu, bentuknya jadi bulat sempurna. Sehingga sesuai dengan peraturan yang mengharuskan bola sepak bentuknya bulat sempurna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....