Legenda Asal Usul Kota Salatiga, Kota Tertoleran di Indonesia
- 12 Des 2024 15:03 WIB
- Ternate
KBRN Ternate: Salatiga terletak di Jawa Tengah yang berdiri sejak 24 juli 750 Masehi dan menjadi kota tertua kedua di Indonesia setelah Palembang yang berdiri 682 Masehi. Cikal bakal terbentuknya kota ini tercantum dalam sebuah prasasti yaitu Prasasti Plumpungan.
Prasasti Plumpungan diperkirakan ditulis pada Jumat, 24 Juli tahun 750 Masehi. Prasasti ini mengatur tentang status tanah perdikan bagi suatu daerah yang saat itu bernama Hampra, kini bernama Salatiga. Dalam prasasti tersebut tertulis dalam bahasa jawa kuno dengan ucapan “Srir Astu Swasti Prajabyah” yang artinya "Semoga Bahagia, Selamatlah Rakyat Sekalian."
Adapun legenda asal-usul nama Salatiga menurut cerita rakyat yang ada, penamaan Salatiga rupanya untuk mengingat tiga kesalahan di masa Sunan Kalijaga. Suatu ketika, seorang bupati bernama Ki Ageng Pandan Arang atau Pandanaran ikut dengan Sunan Kalijaga pergi mengembara. Saat dalam perjalanan, Sunan Kalijaga meminta agar Ki Ageng Pandanaran untuk meninggalkan semua harta benda miliknya.
Ki Ageng Pandanaran mampu menepati janjinya, tetapi istrinya melanggar denganmemasukkan emas dan berlian ke dalam tongkat Sunan Kalijaga lalu berkata bahwa ia akan menamakan. tempat pengembarannya tersebut dengan nama Salatiga, karena mereka berdua telah berbuat tiga kesalahan. Kesalahan pertama yaitu mereka sangat kikir, kesalahan kedua yaitu mereka sombong, dan kesalahan ketiga yaitu membuat rakyat sengsara.
Sunan Kalijaga berharap agar kota yang diberi nama Salatiga tersebut kelak bisa menjadi tempat yang baik dan juga ramai.
Menurut versi Setara Institue Berdasarkan laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2023, Salatiga ada di peringkat ketiga dengan skor 6,450 Kota Tertoleran di Indonesia.
Menjaga toleransi sudah menjadi sebuah budaya di Kota Salatiga. Sebab, di Kota Salatiga terdapat 39 etnis yang secara bersama-sama hidup berdampingan dengan damai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....