Pengelolaan Destinasi Wisata Fakfak Terus Ditingkatkan Secara Bertahap

  • 16 Apr 2026 11:59 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak, - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak terus mengoptimalkan pengelolaan berbagai objek wisata yang tersebar di wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan potensi sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis destinasi unggulan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak, Muhammad Ilham Nurdin, mengatakan bahwa pengembangan objek wisata saat ini masih dalam tahap berproses. Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan pembenahan secara bertahap terhadap sejumlah destinasi, khususnya kawasan pesisir yang memiliki daya tarik alam yang potensial.

“Kalau untuk obyek sendiri, sampai saat ini kan kita dalam berproses. Jadi kalau untuk obyek-obyek pesisir sendiri, terdapat misalnya yang kita kembangkan dari beberapa tahun terakhir ini, Pulau Tibur Seram, sampai Wambar, Kampung Mas sendiri di Karas, terus di Ubadari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun pengembangan dilakukan secara bertahap, pemerintah tetap memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan pengelolaan destinasi tersebut. Hal ini penting agar objek wisata yang dikembangkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Selain pengembangan fisik destinasi, pihaknya juga memperkuat tata kelola manajemen melalui pembinaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Menurutnya, peran pengelola di tingkat lokal sangat penting dalam mengatur dan menjaga keberlangsungan destinasi wisata secara internal.

“Di samping itu, tata kelola manajemen dalam hal kelompok sadar wisata kita juga perkuat, karena manajemen atau pengelola inilah yang nanti secara internal mengatur tata kelola destinasi tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pengelolaan destinasi diharapkan dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan tersebut nantinya akan dikelola dengan sistem pembagian hasil hingga ke tingkat kampung atau distrik untuk mendukung pengembangan kembali objek wisata.

“Sehingga yang mana destinasi tersebut itu diharapkan menjadi sumber-sumber pendapatan asli daerah yang nantinya akan dipakai kembali oleh pemerintah daerah dalam pembagian atau bagi hasilnya kembali ke tingkat kampung atau distrik setempat untuk memaksimalkan kembali destinasi tersebut. Jadi polanya pola rotasi,” jelasnya.

Pada tahun 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Fakfak menargetkan tiga destinasi utama mulai diberlakukan penarikan retribusi sebagai sumber PAD. Ketiga destinasi tersebut yakni Pulau Tubir Seram, Ubadari, dan Goa Jepang di Kokas.

“Target kami sekitar tiga obyek destinasi, yaitu destinasi Tubir Seram, destinasi Ubadari, dan juga destinasi Goa Jepang di Kokas, itu bisa sudah mulai untuk kita tarik karcis sebagai sumber pendapatan asli daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, rencana tersebut akan direalisasikan melalui kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, khususnya Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Fakfak. Diharapkan, langkah ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan sehingga mampu meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pembangunan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....