Pengembangan Situs Religi di Fakfak Butuh Kolaborasi Semua Pihak
- 11 Jun 2026 14:31 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak terus berupaya meningkatkan akses menuju berbagai situs religi di daerah tersebut agar dapat dilalui dengan lebih mudah oleh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung. Perbaikan akses dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan destinasi wisata religi di Kabupaten Fakfak.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak, Muhammad Ilham Nurdin, mengatakan pengembangan situs religi tidak dapat dilakukan hanya oleh instansinya semata. Menurutnya, diperlukan dukungan dan keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta para pemangku kepentingan lainnya.
"Kami dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak tidak sendiri, harus membutuhkan baik OPD-OPD lain maupun stakeholder lain. Misalnya jalan menjadi kewenangan dari dinas PU, jembatan menjadi kewenangan dari dinas perhubungan. Jadi yang kami sampaikan tadi lebih pada apa yang menjadi kewenangan kami," ujar Muhammad Ilham Nurdin.
Ia menjelaskan, berbagai fasilitas penunjang yang berada di luar kewenangan Dinas Pariwisata tetap akan diusulkan kepada instansi teknis terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan destinasi wisata religi yang nyaman dan aman bagi pengunjung.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah akses menuju Kampung Gar. Saat ini, proses pembangunan jalan menuju kawasan tersebut sedang berlangsung. Namun, pengerjaannya belum mencapai titik akhir hingga ke wilayah kampung yang menjadi tujuan wisata religi tersebut.
Selain itu, akses menuju Pulau Bonyum juga masih membutuhkan pembangunan jembatan yang memadai. Muhammad Ilham Nurdin menyebut, Panitia Perayaan Hari Ulang Tahun ke-132 Misi Katolik di Tanah Papua sebelumnya telah membangun jembatan bambu yang kini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung destinasi wisata. Jembatan tersebut membentang melewati kawasan mangrove hingga menuju Pulau Bonyum.
"Ini hal-hal yang mana membuktikan atau perlu sama-sama kita ketahui bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tentunya membutuhkan semua pihak untuk saling terkait, saling fokus, juga saling berbagi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing untuk mengembangkan sebuah tempat situs destinasi tersebut," pungkasnya. Dengan sinergi antarinstansi dan stakeholder, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap pengembangan situs religi dapat semakin optimal serta mampu menarik lebih banyak pengunjung di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....