Pulau Bonyum Jadi Magnet Wisata Religi Bahari di Fakfak

  • 11 Jun 2026 14:31 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Fakfak, Muhammad Ilham Nurdin, mengatakan kunjungan wisatawan ke Pulau Bonyum tetap berlangsung tidak hanya pada momen-momen tertentu, tetapi juga pada hari-hari biasa. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kunjungan melalui sistem pelaporan rutin dari petugas yang bertugas di lokasi.

Menurut Ilham, pihaknya telah menetapkan juru pelihara (jupel) di Pulau Bonyum yang bertanggung jawab mengawasi serta mencatat jumlah tamu maupun wisatawan yang datang. Laporan tersebut disampaikan secara berkala setiap bulan sebagai bahan evaluasi pengelolaan destinasi wisata tersebut.

"Kalau untuk hari-hari lain tentunya ada kunjungan yang mana juga kami untuk Pulau Bonyum sendiri telah menetapkan dan ada jupel atau juru pelihara terkait hal tersebut dan itu juga secara berkala setiap bulan mereka melaporkan terkait tamu-tamu atau wisatawan yang berkunjung," ujar Ilham.

Ia menjelaskan, Pulau Bonyum tidak hanya dikenal sebagai situs religi yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Fakfak. Kawasan itu juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari karena dikelilingi laut dengan panorama pantai yang dapat dinikmati para pengunjung.

Selain itu, keberadaan jembatan bambu sepanjang kurang lebih 630 meter yang saat ini dibangun oleh panitia menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Jembatan tersebut dinilai unik karena membentang melewati kawasan mangrove, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi setiap orang yang datang ke Pulau Bonyum.

"Jembatan penghubung yang saat ini dibangun oleh panitia itu merupakan jembatan bambu sepanjang kurang lebih 630 meter, merupakan satu ikonik yang membuat orang penasaran untuk bagaimana melihat langsung dari jembatan itu sehingga menyisir mangrove sekitar Pulau Bonyum sendiri," katanya.

Sementara itu, Ilham menambahkan bahwa tata kelola destinasi wisata di Gar saat ini ditangani langsung oleh Kepala Kampung Gar. Pemerintah daerah juga terus mendorong proses pengembangan kawasan tersebut agar dapat mencapai target-target pengelolaan dan pengembangan wisata yang telah ditetapkan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian potensi wisata daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....