Peringatan Islam Masuk Tanah Papua Perkuat Persaudaraan Lintas Agama

  • 08 Agt 2026 17:11 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam ke Tanah Papua di Kabupaten Fakfak tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah masuknya Islam, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.

Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Tanah Papua, Dr. H. Wahidin Puarada, M.Si., mengatakan rangkaian kegiatan telah berlangsung selama 25 hari dan mencapai puncaknya pada 8 Agustus 2026.

Menurutnya, berbagai kegiatan telah dipersiapkan secara matang dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa, ibu-ibu, pemuda, hingga anak-anak.

"Selama 25 hari kegiatan ini berlangsung, ada tujuh mata lomba yang dilaksanakan. Ada pidato tentang sejarah masuknya agama Islam di Tanah Papua, membaca Yasin, hadrah dan berbagai kegiatan lainnya," ujar Wahidin.

Ia menyebutkan, sebanyak 259 grup dengan total 4 ribu lebih peserta ikut ambil bagian dalam berbagai perlombaan yang digelar dalam rangkaian peringatan tersebut.

Wahidin mengatakan, keterlibatan masyarakat sebenarnya telah dimulai sejak tiga bulan sebelum puncak peringatan. Selama masa persiapan, berbagai kegiatan keagamaan mulai tumbuh di tengah masyarakat, termasuk lantunan selawat yang terdengar pada malam hari di sejumlah lingkungan.

"Anak-anak kecil yang sebelumnya tidak pernah melakukan hal seperti itu, begitu kegiatan ini dilakukan, mereka ikut. Ibu-ibu juga berlatih membaca Yasin di kompleks-kompleks, kemudian ada kegiatan hadrah. Ini sesuatu yang berbeda dan luar biasa," katanya.

Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti setelah rangkaian peringatan selesai, tetapi dapat terus dilanjutkan sehingga kegiatan keagamaan dan kebersamaan masyarakat tetap terjaga.

Lebih lanjut Wahidin menegaskan, besarnya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa peringatan 666 Tahun Islam bukan hanya milik panitia atau umat Islam, tetapi menjadi kegiatan bersama seluruh masyarakat Fakfak.

"Yang hadir dan terlibat bukan hanya umat Islam. Ada Protestan dan Katolik yang ikut mendukung, bahkan ada peserta lomba yang beragama Kristen. Inilah falsafah hidup satu tubuh yang ada di Kabupaten Fakfak," ujarnya.

Semangat toleransi juga terlihat dari dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan kegiatan. Bantuan datang dari pemerintah, tokoh agama, masyarakat, maupun pribadi-pribadi yang menunjukkan kepedulian terhadap suksesnya peringatan tersebut.

Dukungan lintas agama antara lain ditunjukkan umat Katolik melalui bantuan 6.000 nasi kotak, 500 karton air mineral, serta dukungan penyediaan kamar hotel bagi para tamu yang datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

Menurut Wahidin, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Fakfak memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama.

"Kita melihat ada Islam, ada Protestan, dan ada Katolik. Lengkap. Inilah Fakfak, satu tubuh, satu kebersamaan," katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras selama rangkaian kegiatan berlangsung. Bahkan, sebagian panitia harus bekerja hingga dini hari untuk memastikan seluruh agenda berjalan dengan baik.

"Semalam ada yang pulang pukul 04.00, bahkan pukul 04.30 masih ada yang bekerja. Mudah-mudahan seluruh panitia diberikan kesehatan lahir dan batin," tutur Wahidin.

Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Tanah Papua di Fakfak diharapkan menjadi momentum untuk menjaga nilai sejarah sekaligus memperkuat toleransi, persaudaraan dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Fakfak dan Tanah Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....