Pendampingan Lapangan Perkuat Program Pala Unggul di Distrik Karas

  • 30 Jul 2026 15:34 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak tidak hanya menyalurkan bantuan 3.000 bibit Pala Tomandin unggul kepada petani di Distrik Karas, tetapi juga memberikan pendampingan teknis guna memastikan seluruh bibit ditanam sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya Pala Tomandin Fakfak.

Pendampingan dilakukan langsung oleh tim Dinas Perkebunan yang dipimpin Plt. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Perkebunan, Imelda Hegemur, S.Sos., M.Si. Tim berangkat menuju Distrik Karas menggunakan Kapal Sabuk Nusantara 42 dengan membawa ribuan bibit untuk didistribusikan kepada kelompok tani penerima manfaat.

Selain menyerahkan bibit, petugas juga melaksanakan edukasi teknis melalui demonstrasi plot (demplot) di sejumlah lahan milik petani. Materi yang diberikan meliputi penentuan titik tanam, penggunaan jarak tanam 10 x 10 meter, pembuatan lubang tanam, teknik penanaman bibit, hingga pemeliharaan awal tanaman agar tingkat keberhasilan tumbuh menjadi lebih optimal.

Program perluasan tanaman pala tersebut menerapkan sistem agroforestri, yaitu memadukan tanaman pala dengan tanaman tahunan maupun tanaman perkebunan lain yang telah tumbuh di lahan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga tutupan vegetasi, meningkatkan kesuburan tanah, sekaligus memberikan sumber pendapatan tambahan bagi petani selama tanaman pala belum memasuki masa produksi.

Plt. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Perkebunan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Imelda Hegemur, mengatakan pendampingan lapangan menjadi bagian penting dari keberhasilan program sehingga petani tidak hanya menerima bibit, tetapi juga memahami teknik budidaya yang benar.

"Kami tidak hanya mendistribusikan bibit, tetapi juga memberikan edukasi teknis dan praktik langsung melalui demplot di beberapa lahan petani pekebun pala," ujar Imelda.

Diungkapkan, pendampingan ini bertujuan agar petani memahami teknik penanaman sesuai SOP, mulai dari penentuan titik tanam, penggunaan jarak tanam 10 x 10 meter, pembuatan lubang tanam, teknik penanaman bibit, hingga pemeliharaan awal tanaman sehingga tingkat keberhasilan tumbuh bibit menjadi lebih optimal.

"Harapan kami, seluruh bibit yang telah disalurkan dapat langsung ditanam dan menjadi kebun pala produktif di masa mendatang." ungkap Imelda.

Menurut Imelda, penerapan sistem agroforestri juga bertujuan mendorong petani agar lebih rutin mengunjungi dan merawat kebunnya. Keberadaan tanaman pendamping yang memiliki nilai ekonomi diharapkan dapat memberikan manfaat jangka pendek sembari menunggu tanaman pala menghasilkan.

Melalui pendampingan berkelanjutan, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak berharap seluruh bantuan bibit dapat tumbuh dengan baik dan menjadi fondasi pengembangan sentra baru Pala Tomandin Fakfak di Distrik Karas, sehingga mampu meningkatkan produksi pala sekaligus kesejahteraan petani pekebun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....