PENAS XVII 2026 Jadi Panggung Promosi Pala Tomandin Fakfak

  • 21 Jun 2026 19:20 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Produk hilirisasi Pala Tomandin Fakfak menjadi salah satu daya tarik dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada 20–27 Juni 2026. Kegiatan nasional yang dibuka Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, tersebut menjadi wadah promosi potensi pertanian dan perikanan dari seluruh daerah di Indonesia.

Dalam kegiatan itu, Kabupaten Fakfak menampilkan berbagai produk hilirisasi Pala Tomandin Fakfak yang selama ini menjadi komoditas unggulan daerah dan telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis. Beragam produk olahan yang dipamerkan antara lain kecap pala, lemak pala (Myristica Butter), selai pala, sirup pala, balsam pala, manisan pala, hingga aneka produk pangan dan kesehatan berbahan dasar pala.

Kehadiran produk-produk tersebut menarik perhatian pengunjung karena memperlihatkan potensi besar pengembangan nilai tambah komoditas pala yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekayaan perkebunan khas Fakfak.

Salah satu peserta yang mewakili petani dan pekebun pala Fakfak, Konstantinus Uswanas, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak yang telah memfasilitasi keikutsertaan mereka dalam PENAS XVII Tahun 2026.

Ia mengatakan kesempatan mengikuti forum nasional tersebut menjadi ruang promosi yang sangat penting untuk memperkenalkan produk turunan Pala Tomandin Fakfak kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang pasar dan kerja sama yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha lokal.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Dinas Perkebunan Fakfak yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti PENAS XVII. Kehadiran kami membawa berbagai produk turunan pala Fakfak sebagai bentuk promosi komoditas unggulan daerah sekaligus membuka peluang pasar dan kerja sama yang lebih luas bagi petani," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menjelaskan bahwa peserta yang mewakili Fakfak merupakan petani pala aktif yang mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat. Selain itu, yang bersangkutan juga merupakan mantan pegawai perkebunan dan anggota Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak (MPIG-PTF).

Menurut Widhi, keikutsertaan perwakilan petani dalam PENAS menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perkebunan sekaligus memperkenalkan Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan daerah di tingkat nasional.

"Kami berharap keikutsertaannya dapat menjadi representasi petani pekebun pala Fakfak dalam forum nasional ini. Beliau memiliki pengalaman yang baik di bidang perkebunan, aktif sebagai petani pala, serta terlibat dalam MPIG-PTF yang berperan menjaga mutu dan reputasi Pala Tomandin Fakfak sebagai produk Indikasi Geografis," kata Widhi.

Ia menambahkan, produk yang dipamerkan merupakan hasil inovasi petani, kelompok tani, dan pelaku UMKM lokal yang terus didorong melalui Program Strategis Pala Unggul Fakfak. Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, dan memperkuat ekonomi masyarakat berbasis perkebunan.

"Melalui PENAS XVII ini kami ingin menunjukkan bahwa Pala Tomandin Fakfak memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai bahan baku, tetapi juga sebagai produk hilir yang bernilai ekonomi tinggi. Inilah wujud nyata pengembangan komoditas unggulan daerah yang memberikan manfaat langsung bagi petani, UMKM, dan masyarakat Fakfak," tegasnya.

Keikutsertaan Fakfak dalam PENAS XVII Tahun 2026 diharapkan dapat memperluas jejaring pemasaran, membuka peluang investasi, memperkuat kemitraan antardaerah, serta semakin mengukuhkan Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan Papua Barat yang memiliki kualitas, keunikan, dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....