Pala Tomandin Bukan Sekadar Komoditas, tapi Identitas Kabupaten Fakfak
- 02 Jun 2026 20:44 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menegaskan Pala Tomandin merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Fakfak.
Hal tersebut disampaikan saat pemaparan potensi Pala Tomandin pada kegiatan penanaman pohon pala kenangan bersama Pangdam XVIII/Kasuari di Kampung Torea, Kabupaten Fakfak, Selasa 2 Juni 2026.
Menurut Widhi, julukan Fakfak sebagai Kota Pala tidak hanya menggambarkan keberadaan komoditas unggulan daerah, tetapi juga mencerminkan hubungan erat masyarakat dengan tanaman pala yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
"Pala adalah warisan rempah yang menyatukan budaya, menjaga hutan, dan menghidupi masyarakat dari generasi ke generasi. Karena itu, menjaga pala berarti menjaga identitas Fakfak itu sendiri." ungkap Widhi.
Ia menjelaskan, masyarakat Fakfak memiliki berbagai nilai budaya yang berkaitan dengan pala, di antaranya tradisi Meri Totora yang memaknai pala sebagai "Ibu Kehidupan" serta tradisi Kera-kera atau Sasi Pala yang mengatur waktu panen demi menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Selain menjadi komoditas ekspor, pala juga berperan sebagai tanaman konservasi yang membantu menjaga tutupan hutan dan keseimbangan ekosistem. Saat ini perkebunan pala rakyat tersebar di 15 distrik dan 117 kampung dengan luas areal sekitar 18.962 hektare.
Meski demikian, Widhi mengakui pengolahan hasil pala di daerah masih perlu ditingkatkan, terutama pemanfaatan daging buah pala yang hingga kini belum optimal.
"Dari potensi yang ada, baru sekitar dua persen atau sekitar 47 ton daging pala yang dimanfaatkan. Selebihnya masih belum diolah secara maksimal. Padahal di situlah peluang besar untuk menciptakan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan masyarakat." tuturnya.
Karena itu, Dinas Perkebunan Fakfak terus mendorong pengembangan produk turunan pala, mulai dari sirup, manisan, selai, minuman kesehatan, produk herbal, kosmetik hingga kerajinan.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kontribusi sektor pala terhadap perekonomian daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....