Triwulan I 2026, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif
- 03 Apr 2026 17:37 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Penerimaan retribusi komoditas pala di Kabupaten Fakfak pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan. Hingga akhir Maret 2026, total realisasi tercatat sebesar Rp197.469.000.
Pada bulan Maret 2026, penerimaan retribusi pala mencapai Rp50.437.500. Angka ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, yang dipengaruhi oleh melambatnya aktivitas perdagangan selama bulan puasa dan perayaan Lebaran.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, mengatakan capaian pada triwulan pertama ini tetap menunjukkan tren positif meskipun terjadi fluktuasi bulanan.
“Secara umum kinerja penerimaan retribusi pala masih berada pada jalur yang baik dan tetap memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data perdagangan selama Maret 2026, total transaksi pala di Fakfak mencapai 106,22 ton. Rinciannya meliputi pala kulit sebanyak 68,74 ton, pala ketok 11,80 ton, dan fully pala sebesar 25,68 ton.
“Volume transaksi ini menjadi salah satu indikator pergerakan perdagangan pala di Fakfak yang masih cukup stabil,” kata Widhi.
Menurutnya, realisasi pada triwulan pertama menjadi indikator penting dalam melihat dinamika perdagangan pala di daerah, sekaligus sebagai dasar evaluasi dalam pencapaian target tahunan.
Sejak diluncurkan pada 15 Mei 2025, retribusi pala diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar Rp781 juta per tahun. Namun pada tahun 2025, penerapannya masih dalam tahap uji coba dan baru dimulai pada akhir April.
Meski demikian, hingga akhir tahun 2025 realisasi penerimaan tercatat mencapai lebih dari Rp531 juta dan melampaui target pemerintah daerah sebesar Rp200 juta.
“Melihat tren triwulan pertama tahun ini, kami optimistis target penerimaan retribusi pala tahun 2026 dapat tercapai,” ucapnya.
Selain itu, pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan juga terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas pala Fakfak agar tetap memiliki daya saing di pasar, baik domestik maupun ekspor.
“Upaya peningkatan kualitas dan produktivitas terus kami dorong agar berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan pelaku usaha pala di Fakfak,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....