SMK Negeri 1 Fakfak Jadi Sekolah Terakhir Bimtek Pala Tomandin
- 10 Agt 2026 19:02 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus mendorong penguatan Program Strategis Pala Unggul dengan mengenalkan potensi Pala Tomandin kepada generasi usia sekolah. Upaya ini dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pala Tomandin yang menyasar pelajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Fakfak.
SMK Negeri 1 Fakfak menjadi sekolah terakhir dalam rangkaian Bimtek Pala Tomandin yang sebelumnya telah dilaksanakan di empat sekolah. Para siswa mendapatkan materi mulai dari pengenalan Pala Tomandin, teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, penanganan pascapanen, hingga peluang pengembangan produk turunan dan hilirisasi pala.
Kepala SMK Negeri 1 Fakfak, Jacop Raimon Heretrenggi, mengapresiasi pelaksanaan Bimtek tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan pendidikan vokasi yang menekankan keterampilan dan pemanfaatan potensi lokal sebagai peluang pengembangan usaha bagi peserta didik.
“Kami sangat berterima kasih karena SMK Negeri 1 Fakfak dipercaya menjadi lokasi kegiatan ini. Ini sangat penting bagi siswa kami agar tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami potensi daerah yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha nyata,” ujarnya.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman generasi muda terhadap pala sebagai komoditas unggulan, identitas daerah sekaligus investasi masa depan.
“Ini merupakan Bimtek terakhir dari rangkaian kegiatan yang kami laksanakan di empat sekolah. Kami ingin memastikan bahwa generasi usia sekolah mengenal pala bukan hanya sebagai tanaman yang ada di kebun, tetapi sebagai komoditas unggulan dan aset masa depan,” katanya.
Widhi menjelaskan, pengembangan pala membutuhkan keterlibatan generasi muda dari berbagai bidang. Menurutnya, pelajar yang memiliki kemampuan teknik dapat mengembangkan teknologi tepat guna untuk pengeringan dan pengolahan pala, sementara mereka yang memiliki kemampuan digital dapat berperan dalam pemasaran produk pala melalui platform digital.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan mutu dan kualitas hasil pala, khususnya dalam penanganan pascapanen. Praktik seperti menjemur pala di pinggir jalan perlu ditinggalkan karena berisiko terpapar debu dan polusi. Penggunaan teknologi pengeringan yang bersih dan efisien dinilai penting untuk meningkatkan nilai dan daya saing Pala Tomandin.
Widhi mengajak para pelajar untuk tidak hanya mengenal pala sebagai hasil kebun, tetapi ikut terlibat mulai dari menanam, merawat, memanen, mengolah hingga memasarkannya. Menurutnya, generasi muda merupakan calon penerus yang akan menjaga sekaligus mengembangkan aset Pala Tomandin Fakfak.
Dengan selesainya Bimtek di SMK Negeri 1 Fakfak, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menuntaskan rangkaian edukasi Pala Tomandin di empat sekolah. Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya bangga terhadap pala sebagai identitas daerah, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sumber inovasi, kewirausahaan, lapangan kerja dan investasi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....