Retribusi Pala Fakfak Kini Bisa Dibayar Secara Digital
- 19 Feb 2026 19:32 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak bekerja sama dengan Bank Papua menghadirkan sistem pembayaran retribusi pala berbasis Virtual Account (VA) guna mempercepat pelayanan serta meningkatkan transparansi tata kelola perdagangan komoditas unggulan daerah tersebut. Sosialisasi penerapan sistem dilakukan Rabu 18 Februari 2026 di Rumah MPIG Display Produk Pala.
Perwakilan pimpinan Bank Papua Cabang Fakfak, Yuli Patela, mengatakan sosialisasi ini menjadi momentum penting karena bertepatan dengan peluncuran layanan terbaru perbankan berupa sistem pembayaran VA. Ia menyebut, jika resmi diterapkan, retribusi pala akan menjadi pembayaran retribusi pertama di Fakfak yang menggunakan metode digital tersebut.
“Melalui Virtual Account, setiap pedagang memiliki nomor pembayaran khusus sehingga transaksi lebih cepat, aman, dan tercatat otomatis dalam sistem,” ujarnya.
Menurut Yuli, sistem ini memudahkan pedagang karena pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai kanal perbankan seperti ATM, mobile banking, maupun teller. Selain itu, penggunaan VA dinilai mampu meminimalisir kesalahan pencatatan serta meningkatkan akuntabilitas penerimaan daerah.

Ia menegaskan pihaknya siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Perkebunan agar sistem tersebut segera dapat diterapkan dalam pembayaran retribusi pala. Kehadiran teknologi pembayaran digital diharapkan memperlancar distribusi komoditas sekaligus menjaga reputasi pala Fakfak di pasar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyampaikan inovasi ini merupakan terobosan pelayanan yang telah lama dinantikan pelaku usaha. Menurutnya, retribusi pala selama ini berkontribusi positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Fakfak, sehingga pembenahan sistem pembayaran menjadi langkah strategis.
“Dengan sistem ini, delapan pedagang besar tidak perlu lagi antre di bank atau membawa bukti setoran manual. Cukup lewat ponsel, pembayaran bisa dilakukan kapan saja,” katanya.
Ia menambahkan, selain digitalisasi pembayaran, para pedagang juga didorong meningkatkan kualitas produk sesuai standar pasar nasional dan internasional. Tantangan yang masih dihadapi antara lain waktu panen yang belum tepat serta penanganan pascapanen yang belum optimal sehingga memengaruhi mutu pala.
Widhi menegaskan reputasi Pala Tomandin sebagai komoditas unggulan daerah harus dijaga bersama melalui sistem tertib, mutu terjamin, dan komitmen kolaboratif antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha. Dengan sinergi tersebut, perdagangan pala Fakfak diharapkan semakin maju, berdaya saing, dan memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....