Operasi Migas bp di Fakfak Transparan dan Bertanggungjawab

  • 17 Feb 2026 18:40 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - bp Indonesia menegaskan seluruh aktivitas eksplorasi hulu migas di wilayah Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dilaksanakan sesuai ketentuan pemerintah dan standar keselamatan lingkungan yang ketat. Penegasan tersebut disampaikan menyusul perhatian publik terhadap kegiatan kapal seismik di perairan setempat.

Dalam siaran pers 16 Februari 2026, perusahaan menyatakan telah beroperasi di Indonesia selama enam dekade dan lebih dari 20 tahun berada di Papua Barat. bp menilai keberhasilan kegiatan energi harus sejalan dengan kontribusi nyata bagi masyarakat serta komunikasi terbuka dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Sebelum kegiatan seismik dimulai, perusahaan mengaku telah melaksanakan sosialisasi dan upacara adat di sejumlah distrik di Fakfak dan Sorong Selatan. Kegiatan tersebut meliputi doa bersama di Arguni pada Oktober 2025 dan rapat sosialisasi di Kokas pada 23 Desember 2025 yang dihadiri pemerintah daerah serta perwakilan tujuh suku asli Fakfak.

Selain kegiatan eksplorasi, bp juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat sejak 2006. Program tersebut meliputi beasiswa bagi lebih dari 1.400 pelajar Papua, pengembangan Rumah Pintar di beberapa distrik, penyediaan laboratorium IPA dan pembelajaran STEM di SMU Negeri 1 Kokas, serta pelatihan energi terbarukan melalui pusat pelatihan Polinef.

Perusahaan juga mendampingi koperasi kampung sebagai pusat suplai produk pertanian dan perikanan untuk kebutuhan operasional Tangguh LNG. Dukungan diberikan kepada pengusaha lokal Papua, termasuk lima pelaku usaha asal Fakfak, serta penyediaan fasilitator kesehatan untuk program ibu dan anak, malaria, TB, sanitasi air, dan HIV/AIDS.

Khusus di Arguni, sejak 2010 hingga 2025 tercatat sekitar 850 ton produk perikanan senilai sekitar Rp37 miliar telah diserap dari koperasi lokal. Pada 2025 saja, jumlah serapan mencapai 95 ton ikan. Fasilitas penunjang seperti long boat, peralatan nelayan, mesin pemurni air, hingga pembangkit listrik alternatif berkapasitas 150 kWh per hari juga telah disediakan.

bp menegaskan kegiatan di Teluk Bintuni dan Fakfak merupakan bagian dari upaya mendukung pemerintah mencapai kedaulatan energi nasional. Perusahaan memastikan operasional dijalankan secara aman, transparan, serta membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....