Dinas Perkebunan Fakfak Kembangkan Kelapa Hibrida Skala Luas
- 17 Apr 2025 12:10 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak: Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak terus berupaya meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan, salah satunya melalui pengembangan kelapa hibrida. Pengembangan ini menjadi salah satu fokus utama dinas dalam meningkatkan hasil perkebunan di Fakfak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati menyatakan, saat ini pihaknya membina sebanyak 18 komoditas endemik unggulan. Di antara komoditas tersebut, pala dan kelapa sawit menjadi andalan, sementara kelapa hibrida mulai dikembangkan secara intensif.
"Hingga tahun 2024 ini, sudah ada lebih dari 500 pohon kelapa hibrida yang ditanam di lahan seluas sekitar 3 hektare," ujarnya.
Widhi menjelaskan, kelapa hibrida merupakan hasil persilangan antara kelapa dalam dan kelapa genjah, yang menghasilkan kombinasi sifat unggul dari kedua jenis tersebut. Salah satu keunggulannya adalah waktu tumbuh dan berbuah yang lebih cepat dibanding kelapa dalam yang selama ini masih dominan di Fakfak.
“Kelapa dalam butuh waktu lama untuk berbuah, sedangkan kelapa hibrida bisa mulai berbuah dalam 3 hingga 4 tahun,” tambahnya.
Menurutnya, pengembangan kelapa hibrida difokuskan di wilayah pesisir karena selain berorientasi pada produksi, tanaman ini juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisata.
“Lahan-lahan masyarakat di pesisir menjadi prioritas. Harapannya, selain memberikan hasil perkebunan, juga bisa menjadi destinasi wisata yang menarik,” kata Widhi.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kelapa hibrida memiliki tinggi maksimal sekitar 10 hingga 15 meter, lebih rendah dibanding kelapa dalam yang bisa mencapai 30 meter. Buah yang dihasilkan pun lebih seragam dan produktivitasnya tinggi, yakni sekitar 120 hingga 150 butir per pohon per tahun, dengan kualitas daging yang lebih baik.
Meski saat ini benih kelapa hibrida masih didatangkan dari luar daerah karena Fakfak belum mampu melakukan rekayasa genetik sendiri, Widhi berharap upaya ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan kelapa hibrida secara mandiri.
“Kami berharap kelapa hibrida ini bisa menjadi model yang terus dikembangkan di masa depan,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....