Dinkes Fakfak Bentuk Tim Krisis Hadapi Kabut Asap Karhutla
- 07 Okt 2026 14:42 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Papua Barat, membentuk Tim Crisis untuk menghadapi kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Fakfak.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Hamid Rengen, mengatakan pembentukan tim dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi akibat kabut asap, baik di wilayah distrik maupun kawasan perkotaan.
“Untuk mengetahui krisis kondisi alam saat ini mengenai asap yang terjadi pada wilayah Kabupaten Fakfak, baik yang ada di distrik maupun kami di kota. Tentunya kami tim krisis telah membentuk tim,” kata Hamid.
Menurutnya, Tim Crisis dibentuk mulai dari tingkat kabupaten hingga distrik. Tenaga kesehatan yang tergabung dalam tim tersebut telah disiapkan di masing-masing pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) untuk memantau kondisi masyarakat secara langsung.
Hamid mengatakan, tim di lapangan akan berfokus memantau situasi dan perkembangan kondisi kesehatan masyarakat. Jika ditemukan warga yang terdampak kabut asap, petugas akan melakukan pendataan serta menentukan penanganan sesuai kondisi pasien.
“Kalau pun terjadi, tentunya teman-teman tim krisis ini akan mengambil tindakan cepat untuk mendata secara langsung, kemudian mana yang perlu dirujuk dan mana yang perlu dilayani di masing-masing puskesmas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tim kabupaten akan berkoordinasi dengan tim yang berada di kampung maupun distrik. Kepala puskesmas bersama jajaran telah dibentuk sebagai bagian dari tim yang bertugas melakukan pemantauan setiap saat terhadap perkembangan situasi di lapangan.
Hamid menambahkan, pemantauan akan terus dilakukan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Sejauh ini, dampak kesehatan mulai terlihat terutama pada anak-anak, balita, ibu hamil dan lanjut usia, namun kondisi tersebut belum tergolong berat dan belum ditemukan kasus kematian akibat dampak kabut asap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....