Posyandu 6 SPM Perkuat Penanganan Stunting Berbasis Data
- 05 Sep 2026 19:59 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak mendorong penerapan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai salah satu strategi memperkuat pencegahan dan penurunan stunting di daerah.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, mengatakan Posyandu 6 SPM akan memperluas peran Posyandu karena pelayanan tidak lagi hanya berorientasi pada sektor kesehatan.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pelatihan Aksi Cegah Stunting yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak.
Menurut Nurwidayati, penerapan Posyandu 6 SPM akan melibatkan sejumlah sektor terkait sehingga berbagai persoalan yang menjadi penyebab stunting dapat ditangani secara lebih menyeluruh.
“Dengan 6 SPM, itu ada lintas sektor di dalamnya. Ada PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Trantibmas dan Dinas Kesehatan sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui Posyandu 6 SPM, setiap kasus yang ditemukan di masyarakat akan ditelusuri hingga ke akar persoalannya. Misalnya, ketika ditemukan anak stunting, petugas tidak hanya melihat kondisi kesehatan anak, tetapi juga kondisi lingkungan dan sosial keluarganya.
Petugas nantinya dapat melihat kondisi rumah, ketersediaan air bersih, sanitasi, jamban keluarga hingga memastikan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan.
“Kalau ada kasus anak stunting, anak kurang gizi, kita akan telusuri lebih ke akarnya. Kita akan turun lapangan, melihat perumahannya, air bersihnya, sanitasi dan jamban keluarga,” katanya.
Nurwidayati menilai akurasi data menjadi faktor penting agar program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Data penerima bantuan di tingkat distrik dan kampung, menurutnya, harus diperbarui secara berkala.
“Jangan hanya copy paste data-data yang dulu-dulu. Karena kalau data tidak ter-update, ada yang sudah meninggal atau sudah tidak berada di daerah itu, akhirnya yang menerima orang yang tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Ia mengatakan Tim Pembina Posyandu nantinya dapat berperan sebagai “mata-mata pembangunan” dengan mengumpulkan data dan menemukan persoalan masyarakat secara langsung di lapangan.
Data tersebut selanjutnya dapat disampaikan kepada perangkat daerah terkait sebagai dasar dalam menentukan program dan intervensi pembangunan.
Nurwidayati mengungkapkan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan telah merencanakan peluncuran pelayanan Posyandu 6 SPM di 17 distrik di Kabupaten Fakfak.
Ia berharap penerapan Posyandu 6 SPM mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus menghasilkan data masyarakat yang akurat, sehingga upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Fakfak dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....