Nurwidayati Samaun Dahlan: Kesehatan Ibu Hamil dan Balita Harus Jadi Prioritas

  • 08 Sep 2026 07:32 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita di wilayah pelosok Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menjadi perhatian serius Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, mengatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan terus melakukan pelayanan kesehatan secara jemput bola dengan mendatangi langsung masyarakat di distrik dan kampung.

Nurwidayati menyebut, hingga saat ini pelayanan telah menjangkau 12 distrik. Dalam kegiatan tersebut, tim menemukan masih banyak ibu hamil dan balita yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

“Banyak sekali ibu hamil dan balita yang selama ini belum pernah dilayani oleh dokter spesialis kandungan maupun spesialis anak. Dan itu sangat memprihatinkan sekali,” ujar Nurwidayati.

Menurutnya, kondisi geografis dan keterbatasan akses menjadi salah satu tantangan dalam memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Karena itu, pemerintah perlu hadir langsung di tengah masyarakat melalui pelayanan jemput bola.

Nurwidayati mengatakan, persoalan kesehatan yang ditemukan di setiap distrik juga tidak sama. Ada wilayah yang memiliki persoalan kesehatan ibu hamil, sementara di wilayah lainnya ditemukan berbagai masalah pada balita.

“Dari sekian distrik yang kita datangi, problemnya beda-beda. Penyakit yang diderita ibu hamil dan anak-anaknya juga berbeda-beda,” katanya.

Ia berharap pelayanan tersebut tidak hanya dilaksanakan pada tahun ini, tetapi dapat dilanjutkan secara berkesinambungan. Menurutnya, ibu hamil dan balita di kampung memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan seperti masyarakat di perkotaan.

Nurwidayati juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap kondisi ibu hamil dan balita. Data yang diperoleh dari pelayanan lapangan akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan intervensi dan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dengan aksi kita jemput bola, semoga itu sangat bermanfaat untuk masyarakat, baik di distrik maupun di kampung,” ucapnya.

Ia menambahkan, melalui penguatan Posyandu 6 SPM, persoalan kesehatan balita, termasuk stunting dan kekurangan gizi, akan ditelusuri hingga ke akar masalahnya. Tim akan melihat kondisi rumah, ketersediaan air bersih, sanitasi, jamban keluarga hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.

Dengan demikian, penanganan masalah kesehatan ibu dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi melibatkan berbagai perangkat daerah. Nurwidayati berharap kolaborasi tersebut dapat memastikan setiap ibu hamil dan balita yang membutuhkan memperoleh pelayanan dan intervensi pemerintah secara tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....