Kasus ISPA Fakfak Diprediksi Meningkat Empat Pekan Kedepan
- 07 Okt 2026 14:38 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Fakfak, Papua Barat, memprediksi tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akan meningkat dalam empat pekan ke depan. Prediksi tersebut menyusul kondisi curah hujan yang rendah, kelembapan dan kekeringan yang masih berlangsung di tengah kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Fakfak, Henggi Bhawono Jati, mengatakan peningkatan kasus ISPA mulai terlihat sejak Juli hingga awal Oktober 2026. Meski demikian, kenaikan tersebut sejauh ini belum dikategorikan signifikan berdasarkan pemantauan 11 Puskesmas di Kabupaten Fakfak.
“Dari Juli sampai Oktober pekan awal memang rincian temuan kasus agak sedikit naik. Untuk Juli tercatat 354 kasus positif ISPA, Agustus 438 kasus, September 555 kasus, dan hingga minggu pertama Oktober sudah ada 194 kasus,” kata Henggi.
Henggi menjelaskan, angka 194 kasus yang tercatat pada awal Oktober belum menggambarkan keseluruhan kondisi di Kabupaten Fakfak. Data tersebut baru berasal dari enam Puskesmas, sementara laporan dari lima Puskesmas lainnya masih dalam proses pembaruan.
Menurut Henggi, faktor lingkungan dan kondisi cuaca menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai dalam perkembangan kasus ISPA. Rendahnya curah hujan, kelembapan serta kondisi kering diperkirakan dapat memengaruhi peningkatan kasus dalam beberapa pekan mendatang.
“Dengan korelasi curah hujan rendah, kelembapan dan kekeringan, diperkirakan empat minggu ke depan tren kasus positif ISPA di Kabupaten Fakfak akan cenderung meningkat,” ujarnya.
Mengantisipasi potensi peningkatan tersebut, Dinkes Fakfak menyiagakan Puskesmas dan mengaktifkan surveilans untuk memantau perkembangan serta melaporkan temuan kasus ISPA. Dinkes juga membentuk Tim Crisis Dinas Kesehatan yang diketuai Hamid Rengen untuk menangani dampak kesehatan akibat kabut asap, sekaligus berkoordinasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan obat dan logistik kesehatan tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....