Dokter Kandungan Tekankan, Cegah Stunting Dimulai dari Kesehatan Calon Ibu
- 07 Okt 2026 07:31 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Pencegahan stunting tidak seharusnya baru dimulai setelah bayi lahir. Kesehatan ibu bahkan sebelum kehamilan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas kehamilan dan pertumbuhan janin.
Hal tersebut disampaikan dr. Arini Rafiqoh Asri, Sp.OG, Ketua IDI Cabang Fakfak, dalam dialog interaktif bertema “Percepatan Penurunan Stunting dan Malnutrisi melalui Sistem Rujukan Faskes” di Pro 1 RRI Fakfak.
Menurut dr. Arini, pencegahan perlu dimulai sejak masa remaja putri, calon pengantin hingga perencanaan kehamilan. Kondisi seperti anemia, kekurangan energi kronis, berat badan terlalu rendah, penyakit kronis maupun kehamilan pada usia terlalu muda dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin.
“Pencegahan stunting dimulai dari kesehatan remaja putri, calon pengantin, perencanaan kehamilan, kemudian dilanjutkan dengan pelayanan antenatal yang berkualitas,” jelasnya.
Ia menilai pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan memberikan kesempatan untuk menemukan dan memperbaiki berbagai faktor risiko. Pemeriksaan dapat mencakup deteksi anemia, status gizi, obesitas, hipertensi, diabetes, infeksi tertentu serta kondisi kesehatan lain yang berpotensi memengaruhi kehamilan.
Dengan kondisi ibu yang lebih optimal sebelum hamil, berbagai risiko dapat ditangani lebih awal. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan pencegahan stunting yang dimulai jauh sebelum bayi lahir.
“Anak yang sehat dimulai dari ibu yang sehat bahkan sebelum kehamilan terjadi,” tegas dr. Arini.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan calon pengantin dan perempuan yang merencanakan kehamilan dinilai bukan sekadar persiapan pernikahan, tetapi langkah awal untuk membangun kehamilan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....