Nurwidayati Samaun Dahlan Tekankan Pentingnya Layanan Kesehatan hingga Pelosok
- 05 Sep 2026 19:58 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui pendekatan jemput bola hingga ke distrik dan kampung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Fakfak.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, mengatakan pelayanan langsung ke masyarakat diperlukan untuk menjangkau ibu hamil dan balita yang selama ini belum memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelatihan Aksi Cegah Stunting yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Sabtu 5 September 2026.
Nurwidayati menyebutkan, Tim Pembina Posyandu bersama Dinas Kesehatan telah turun memberikan pelayanan di 12 distrik, termasuk pemeriksaan dan pendampingan bagi ibu hamil serta balita.
“Banyak sekali ibu hamil dan balita yang selama ini belum ketemu, belum pernah dilayani dari dokter spesialis kandungan maupun spesialis anak. Itu sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Menurutnya, hasil kunjungan ke sejumlah distrik menunjukkan persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat berbeda-beda. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Karena itu, data yang diperoleh dari pelayanan lapangan diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menentukan intervensi yang tepat, khususnya dalam menangani persoalan stunting dan masalah kesehatan ibu dan anak.
Nurwidayati menegaskan, pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berfokus di wilayah perkotaan. Masyarakat di kampung dan distrik juga harus mendapatkan akses pelayanan yang sama.
“Kalau yang di kota, saya yakin mereka bisa terkontrol, terfasilitasi dan diperhatikan. Tetapi yang di kampung-kampung dan distrik sangat membutuhkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Ia berharap kegiatan pelayanan jemput bola dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan dukungan Dinas Kesehatan serta tenaga medis, termasuk dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan.
Selain itu, Tim Pembina Posyandu akan terus mendorong keterlibatan kader dan tenaga kesehatan di distrik maupun kampung agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini.
Nurwidayati juga meminta seluruh tenaga kesehatan mendukung program tersebut karena keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan kerja bersama, terutama untuk menjangkau keluarga yang berada di wilayah pelosok.
Menurutnya, sinergi antara Tim Pembina Posyandu, Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap ibu hamil dan balita mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....