Cantik tanpa Khawatir: Tips Menggunakan Kuteks agar Kuku Tetap Sehat

  • 30 Sep 2026 10:46 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kuteks bisa menjadi salah satu cara untuk membuat tampilan kuku terlihat lebih menarik. Pilihan warnanya pun sangat beragam, mulai dari warna natural, pastel, hingga warna yang lebih mencolok.

Menurut laman alodokter.com menggunakan kuteks bukan hanya soal memilih warna yang disukai. Kuku juga perlu tetap dijaga agar tidak mudah rapuh, kering, atau mengalami iritasi. Dengan beberapa kebiasaan sederhana, penggunaan kuteks bisa dilakukan dengan lebih aman.

1. Pastikan Kuku dalam Kondisi Sehat

Sebelum mengoleskan kuteks, perhatikan kondisi kuku terlebih dahulu.

Jika kuku sedang mengalami luka, iritasi, perubahan yang tidak biasa, atau masalah lain, sebaiknya jangan langsung menutupinya dengan kuteks. Produk kosmetik tidak seharusnya digunakan untuk menyamarkan masalah kuku yang belum diketahui penyebabnya.

American Academy of Dermatology (AAD) juga menyarankan untuk tidak memotong atau mendorong kutikula secara paksa. Kutikula berfungsi sebagai salah satu pelindung terhadap infeksi di sekitar kuku.

2. Pilih Produk yang Jelas dan Baca Labelnya

Jangan hanya memilih kuteks berdasarkan warna atau harga. Perhatikan juga informasi yang tercantum pada kemasan.

FDA menyarankan konsumen membaca label, mengikuti petunjuk penggunaan, serta memperhatikan peringatan yang tercantum pada produk kuku. Beberapa bahan dalam produk kuku dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada orang tertentu.

Jadi, sebelum membeli, biasakan untuk mengecek informasi produk dan memilih kosmetik yang memiliki identitas serta informasi penggunaan yang jelas.

3. Gunakan Kuteks di Ruangan dengan Sirkulasi Udara yang Baik

Kuteks dan produk perawatan kuku tertentu mengandung bahan yang mudah menguap. Karena itu, penggunaan di tempat dengan ventilasi yang baik dapat membantu mengurangi paparan uap dari produk tersebut.

FDA secara khusus menyarankan agar produk kuku digunakan di tempat dengan ventilasi yang baik.

Hindari menggunakan kuteks di ruangan yang sangat tertutup dan minim sirkulasi udara, terutama jika bau produk terasa sangat menyengat.

4. Jangan Sampai Kuteks Mengenai Kulit

Saat mengaplikasikan kuteks, usahakan produk tetap berada pada permukaan kuku dan tidak mengenai kulit di sekitarnya.

Hal ini penting karena beberapa bahan dalam produk kuku dapat menyebabkan sensitisasi atau reaksi alergi pada orang yang sensitif. Jika setelah penggunaan muncul gatal, kemerahan, bengkak, atau rasa terbakar, hentikan penggunaannya.

Jika reaksi menetap atau semakin mengganggu, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

5. Jangan Mengelupas Kuteks dengan Paksa

Ketika kuteks mulai terkelupas, mungkin muncul keinginan untuk mencabutnya menggunakan kuku atau benda lain.

Kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari karena dapat ikut mengangkat lapisan permukaan kuku dan membuat kuku lebih mudah mengalami kerusakan.

Untuk produk gel, AAD secara khusus menyarankan agar kuteks gel tidak dikupas atau dicabut secara paksa karena dapat merusak kuku.

6. Berikan Waktu untuk Kuku Beristirahat

Menggunakan kuteks terus-menerus tanpa jeda bukan kebiasaan yang ideal, terutama jika kuku mulai terlihat kering atau rapuh.

AAD menyarankan memberikan jeda dari penggunaan kuteks, khususnya setelah penggunaan manicure gel secara berulang. Selama jeda tersebut, kuku dan kutikula dapat dijaga kelembapannya menggunakan produk pelembap.

Tidak perlu berlebihan dalam menggunakan produk perawatan. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kuku tetap bersih, kering, dan terawat sudah menjadi bagian penting dari kesehatan kuku.

7. Perhatikan Penggunaan Nail Polish Remover

Penghapus kuteks juga perlu digunakan dengan bijak. Beberapa produk penghapus kuteks mengandung bahan yang dapat membuat kuku menjadi kering.

AAD menyarankan penggunaan pelembap pada kuku, terutama setelah menghapus kuteks, karena sebagian besar produk penghapus kuteks dapat membuat kuku menjadi kering.

Selain itu, jangan menggunakan produk penghapus kuteks secara sembarangan. Selalu ikuti petunjuk pada kemasan dan hindari kontak dengan mata.

8. Jangan Abaikan Perubahan pada Kuku

Kuku dapat memberikan tanda ketika mengalami masalah. Perubahan seperti kuku menjadi sangat rapuh, mengelupas, berubah warna, terasa sakit, atau muncul perubahan lain yang menetap sebaiknya tidak dianggap sepele.

Kalau perubahan tersebut muncul setelah menggunakan produk tertentu, hentikan pemakaian produk tersebut terlebih dahulu. Jika keluhan tidak membaik atau semakin parah, konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Bagaimana dengan Kuteks Gel?

Kuteks gel memang dikenal lebih tahan lama, tetapi penggunaannya memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Menurut AAD, manicure gel dapat membuat kuku menjadi rapuh, mengelupas, atau pecah, terutama jika dilakukan berulang. Proses pengerasan gel juga menggunakan sinar ultraviolet. Karena itu, AAD menyarankan agar penggunaan manicure gel tidak dilakukan terus-menerus dan memberikan jeda untuk menjaga kesehatan kuku.

Jadi, semakin lama bukan berarti semakin baik. Kesehatan kuku tetap perlu menjadi perhatian.

Kuteks Boleh, Asalkan Digunakan dengan Bijak

Menggunakan kuteks pada dasarnya merupakan bagian dari penggunaan kosmetik. Yang penting adalah memahami cara penggunaannya dan tidak mengabaikan kondisi kuku.

Mulai dari memilih produk dengan informasi yang jelas, membaca label, menggunakan kuteks di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik, tidak memotong kutikula secara paksa, tidak mengelupas kuteks, hingga memberikan waktu istirahat bagi kuku.

Dengan kebiasaan tersebut, menggunakan kuteks tidak harus menjadi hal yang membuat khawatir. Warna dan gaya boleh berganti, tetapi kesehatan kuku tetap menjadi prioritas.

Ingat: kuku yang sehat bukan hanya soal bagaimana tampilannya, tetapi juga bagaimana kita merawatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....